SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Paguyuban perajin tahu Ledok Kulon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro mendapat subsidi transportasi pengambilan bahan baku kedelai dari Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur. Langkah ini merespons keluhan perajin tahu terkait harga kedelai impor yang naik menjadi Rp 12 ribu per kilogram (kg).
Ketua Paguyuban Perajin Tahu Pranyoto mengatakan, subsidi bagi para perajin tahu sudah didapatkan semenjak Juli lalu. Pengajuan subsidi melalui kelurahan dengan melengkapi pemberkasan yang dibutuhkan misalnya paguyuban harus memiliki badan hukum.
“Karena badan hukum yang dimiliki paguyuban telah habis akhirnya untuk Agustus ini melakukan pengajuan subsidi lagi,” katanya, Jumat (6/8/2021).
Dia mengatakan, paguyuban perajin tahu telah mendapatkan subsidi transportasi pengambilan kedelai yakni dari Surabaya menuju Bojonegoro. Setelah itu, kata dia, kedelai disalurkan ke para distributor tahu.
“Meski begitu pengambilan tahu ini masih belum memenuhi target yang dibutuhkan para perajin. Sebab, dari subsidi tranportasi itu hanya dapat mengambil 80 ton kedelai saja. Padahal, yang dibutuhkan perajin tahun sebanyak 100 ton,” ungkapnya.
Sementara itu, menanggapi perajin tahu dan tempe di Bojonegoro yang akhir-akhir ini mengeluhkan harga bahan dasar kedelai. Pemkab Bojonegoro memberi subsidi bagi perajin tahu dan tempe. Dari hasil koordinasi, Kamis (5/7/2021), Pemkab Bojonegoro menggelontorkan subsidi kedelai pada 147 perajin tahu dan tempe.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro, harga kedelai impor naik menjadi Rp 12 ribu.Â
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, dan BPR. InsyaAllah, Pemkab akan menjawab keluhan dan memberi subsidi bahan baku,†kata Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah.
Bupati menjelaskan, dalam dua bulan ini Juni hingga Juli sudah mendata dan saling bersinergi dengan para perajin di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro. Keluhan tersebut lalu ditindaklanjuti oleh Pemkab dengan menggelar rapat bersama.
“Hasilnya, Pemkab Bojonegoro akan menggelontorkan Rp 267 juta untuk subsidi kedelai. Jika dirata-rata, satu perajin akan mendapatkan kurang lebih Rp 1,8 juta subsidi kedelai,” katanya.(jk)