Turunkan Suhu, DLH Bojonegoro : Sudah Menanam 270 Ribu Pohon Penghijauan

23093

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Suhu udara di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, lebih panas dari rata-rata kabupaten lain di Jawa Timur. Disinyalir akibat berkurangnya jumlah pepohonan yang ada.

“Suhu udara di Bojonegoro satu derajat lebih panas dari rata-rata suhu udara kabupaten lain di Jawa Timur,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Hanafi, kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (10/08/2021).

Hanafi menjelaskan, dari data pengukuran suhu antara bulan Januari sampai Juli 2021, di Bojonegoro sempat terjadi suhu terpanas di bulan Mei. Yakni 41,9 derajat celcius dengan kelembapan 37 persen.

“Kalau di kabupaten lain suhu rata-rata 40 derajat celsius, di Bojonegoro saat siang hari bisa 41 derajat celsius. Jadi satu derajat lebih panas,” ucapnya.

Dalam upaya menurukan suhu, lanjut Hanafi, pihaknya telah menanam ribuan pohon di sejumlah tempat. Tercatat sejak tahun 2019 hingga 2021 ini, sudah menanam 270 ribu pohon dari target 600 ribu pohon untuk penghijauan.

“Dengan jenis tanaman keras, tanaman teduhan dan tanaman hias,” tandasnya.

Baca Juga :   Pupuk Kujang Gunakan 200 Ha Lahan Perhutani

Menambah jumlah pohon merupakan salah satu cara untuk menjaga lingkungan mencakup kualitas tanah, air dan udara. Selain dapat menyerap emisi karbon, keberadaan pohon juga membuat udara menjadi lebih sejuk.

“Pohon yang kita tanam antara lain jenis pohon tabebuya, asem, spathodea dan angsana. Sampai dengan tahun ini, sudah sekira 270 ribu pohon,” terang mantan Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro.

Terkait penanaman pohon tersebut, Hanafi mengungkapkan, selain tiga ribu pohon jenis tabebuya di seputar kota, sebagian besar bakal ditanam di pinggir jalan poros kecamatan dan desa, jalan provinsi dan jalan nasional. Agar tercapai 600 ribu pohon yang ditargetkan tanam.

Selain itu, juga bakal ditanam di tempat wisata, kecamatan dan desa-desa yang mengajukan untuk penghijauan. Namun dalam hal itu, pihaknya hanya melayani jalan  poros nasional, poros desa dan tanah milik negara.

“Tidak melayani tanah yayasan dan pribadi,” tandasnya.

Dijelaskan, pelaksanaan penanaman pohon sementara masih menunggu musim penghujan. Disebabkan ada beberapa jalan yang gersang. Hal itu guna memperkecil resiko kematian tanaman.

Baca Juga :   Ngebut Dua Pemuda Tabrak Truk

“Nanti memasuki musim penghujan kita lanjutkan lagi penanaman pohon,” pungkasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *