SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Kecamatan Trucuk merupakan salah satu kecamatan dari 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, selain wilayahnya ada Bendungan Gerak dan Jembatan Sosrodilogo, juga memiliki agrowisata kebun jambu kristal yang lokasinya tak jauh dari kawasan Bendung Gerak.
Cukup menengok ke arah Timur bisa langsung terlihat kebun jambu kristal yang memiliki potensi agrowisata sangat prospektif. Namun dimasa pandemi Covid-19 para petani jambu setempat mengalami penurunan omzet penjualan.
Agrowisata di Desa Padang, Kecamatan Trucuk tersebut mendapatkan kunjungan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Drs. H. Budi Irawanto, M.Pd. Kamis (12/08/2021)
Salah satu pemilik kebun jambu kristal, Tata Trisnaning (23) menyampaikan kepada Wabup Budi Irawanto, bahwa dalam kondisi saat ini penjualan sangat turun drastis dibandingkan sebelumnya, karena terkendala pandemi dan saat panen raya sulit untuk memasarkan.
“Dulu banyak pengunjung yang datang, namun saat ini harus dibantu berjualan melalui media online. Alhamdulilah banyak pembeli dari luar kota seperti Kabupaten Ngawi, Rembang dan Daerah Jawa Tengah lainya,” ujar Tata Trisnaning saat bersama Wabup Bojonegoro Budi Irawanto keliling kebun jambu kristal.
Perempuan kelahiran Desa Padang tersebut menyampaikanm, awal mula terjun ke pertanian karena melihat penjualan jambu kristal menurun. Pihaknya langsung tergugah membantu dan meneruskan pertanian yang sudah dibuat oleh kedua orangtuanya. Ia kemudian menggeluti di dunia pertanian hampir kurang lebih satu tahun ini.
“Meski ekonomi saat ini sedang dilanda krisis karena pandemi, tapi kami masih bisa bekerja dan menghasilkan. Saya senang hari ini dikunjungi Bapak Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto,” ucapnya
Kedatangan orang nomor dua di Kabupaten Bojonegoro tersebut tentu memberi arti yang sangat berharga buat para petani jambu kristal dan tentunya menambah semangat serta motivasi untuk terus berkarya dan berinovasi.
“Beliau sangat supportif terhadap masyarakat bawah seperti kami,” imbuhnya.
Kebun seluas sekira dua hektar ini memiliki kurang lebih 300 pohon jambu kristal. Sedangkan harga jambu kristal pun cukup stabil di pasaran. Berkisar Rp.12.000 sampai Rp. 15.000 per kilogram.
“Setelah sukses menjual jambu kristal secara online, kini kami mulai proses mengembangkan jambu kristal mega merah dan jambu kristal wijaya merah,” tandasnya.
Sementara itu, Wabup Bojonegoro Budi Irawanto mengaku, sangat senang bisa melihat masih ada semangat dan motivasi berusaha seperti petani Jambu Kristal di Desa Padang. Di masa pandemi ini memang banyak tantangan dan keterbatasan-keterbatasan, tapi itu tidak menjadi halangan untuk terus berusaha.
“Saya sangat mendukung inovasi dan kolaborasi yang dibangun para petani di Bojonegoro, dengan memanfaatkan dunia digital,” kata Mas Wawan sapaan akrab Wabup Budi Irawanto.
Menurutnya, dunia pertanian memang juga mendapat imbas dari pandemi ini, tapi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro harus terus mendampingi para petani. Mendengarkan petani, dan mencari solusi bersama untuk kemajuan dunia pertanian yang ada.
“Saya sengaja berkunjung untuk tetap merawat semangat di tengah pandemi ini. Konsistensi ini saya yakin melahirkan semangat bagi lainya. Saya selaku pribadi dan Pemerintahan Bojonegoro sangat terbuka dan mendukung dengan petani yang ada di Bojonegoro,” ujarnya.
Tak hanya itu, lanjut Mas Wawan, pihaknya juga sangat memberi dukungan penuh kepada anak-anak muda yang mau terjun ke pertanian.
“Dunia Pertanian butuh peran anak-anak muda, generasi milenial adalah sebagai agen penggerak pertumbuhan ekonomi pertanian,” pungkasnya.(sam)