Hobi Berkebun, Sayuran Hidroponik Milik Wahib Makin Diminati saat Pandemi

23111

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Berkebun dengan cara hidroponik menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sayuran hijau apalagi saat pandemi Covid-19 superti sekarang. Selain hobi, hidroponik juga bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan. Seperti yang dilakoni Wahib Hatake, warga Kelurahan Mojokampung, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro ini,

Wahib sapaan akrabnya menekuni hidroponik sejak 2017 lalu. Namun, pandemi Covid-19  justru menjadi berkah karena sayuran yang ia tanam banyak diminati masyarakat sekitar.

“Apalagi metode hidroponik ini tergolong jenis media tanam yang terbebas dari zat kimia. Dan menekankan pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman,” katanya kepada suarabanyuurip.com.

Metode tanam hidroponik ini menggunakan media berupa paralon dan air mengalir yang diberi nutrisi sebagai media tumbuhnya. Menanam secara hidroponik memiliki kandungan yang bagus karena tidak menggunakan pestisida.

“Sayuran hidroponik ini terbebas dari zat kimia atau pestisida. Apalagi tanaman yang dihasilkan jauh lebih unggul, bagus dan menjadi pilihan gaya hidup sehat saat pandemi,” tuturnya, Jumat (13/8/2021).

Hingga kini, ia memiliki banyak jenis tanaman sayuran hidroponik. Mulai dari selada, sawi, brokoli, bayam hingga strawberry. Juga ada jenis selada green rapid, lettuce caipira, bohemia, lolorosa hingga jenis sawi pak coy dan caisim.

Baca Juga :   Patok Tarif Keikhlasan, Atin Ahli Akupunktur Tangani Segala Penyakit

Wahib menjelaskan, penyemaian bibit mulai tanam hingga panen memakan waktu sekitar 15 sampai 45 hari. Misalnya seperti green rapid dengan jarak 30 hari, pak coy rentang waktu 27 hari hingga lolorosa 45 hari dan siap panen.

“Juga ada berbagai macam sayuran impor di sini misalnya seperti bayam Brazil,” jelas Wahib.

Ia selain mengkonsumsi sayuran hijau hidroponik miliknya juga menjual kepada masyarakat sekitar. Yakni mulai dari selada, sawi hingga brokoli harganya cukup terjangkau dan relatif murah.

“Untuk per ikat saya jual mulai Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu. Kalau per kilogramnya seharga Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu tergantung berat sayuran hidroponik untuk harganya,” jelasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *