SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pemasangan pipa jaringan gas (jargas) rumah tangga di Bojonegoro, Jawa Timur dikeluhkan warga. Sebab, gundukan bekas galian tanah dianggap mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.
“Gundukan tanah akibat galian jargas untuk pemasangan pipa mengganggu aktivitas,” kata Abas Warga asal Kelurahan Klangon, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro.
Harusnya, kata dia, tanah bekas galian dirapikan meskipun tahapan pemasangan pipa belum selesai. Sebab, gundukan tanah membahayakan warg. Apalagi saat turun hujan tentu jalan menjadi licin karena terkena lumpur.
Selain itu, gundukan tanah membuat jalan semakin sempit karena banyaknya gundukan tanah di sepanjang jalan. Juga, ia melanjutkan, rambu-rambu pembatas ada galian terbilang kurang terutama di jalan lingkungan.
“Harusnya dirapikan seperti semula meskipun itu sementara karena mengganggu pengguna jalan,” katanya, Rabu (18/8/2021).
Warga Kelurahan Klangon lainnya Insiyah menjelaskan, pemasangan pipa jargas membuat warga kesulitan untuk melintasi jalan. Sebab, gundukan bekas galian tanah mengakibatkan aktivitas warga yang akan bekerja susah melintas.
“Gundukannya juga dirasa membahayakan apalagi saat malam hari. Jadi harus hati-hati saat melintas jalan terutama rumah yang ada galian tanahnya,” ungkapnya.
Sementara itu Hubungan masyarakat (Humas) PT Hutama Karya (HK) Anan Dwi Sutrisno mengatakan, atas ketidaknyamanan warga Bojonegoro terutama yang terdampak atau terganggu proyek jargas PT HK siap menerima masukan untuk melakukan perbaikan. Juga, akan segera ditindaklanjuti jika terjadi sesuatu akibat adanya galian jargas tersebut.
“Yakni untuk terima keluhan warga kami membuka call center 082131709698 dan petugas akan langsung datang ke lokasi,” ujarnya.
Dia menambahkan, pembangunan jargas ini tentu ada dampak pada awal pengerjaan. Misalnya seperti galian tanah untuk pemasangan pipa jargas. Namun, PT HK memastikan semua galian sudah diberikan pengaman seperti barigade atau karung berisi tanah galian untuk pembatas.(jk)