Demi Mencerdaskan Penerus Bangsa, Very Setyawan Tempuh 32 Km

23177

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Menempuh jarak sejauh 32 Kilometer (Km) setiap hari menuju ke tempatnya mengajar. Tak pernah menyurutkan semangat Very Setyawan Dwi Cahyono dalam mengabdi sebagai Guru Tidak Tetap atau GTT di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Demi mencerdaskan generasi penerus bangsa, selama 14 tahun ia harus rela berangkat pagi dan pulang sore. Bahkan hingga menjelang petang sudah menjadi rutinitasnya setiap hari dari tempat tinggalnya di Kecamatan Parengan menuju SMKN 1 Singgahan.

Bapak dari dua putra ini menjelaskan, selain jarak tempuhnya sangat jauh, juga punya tanggung jawab tambahan membina pramuka di Kecamatan Singgahan saat sore.

“Jadi pulang sampai rumah sehabis isyak, paling sore sehabis magrib setiap hari sudah biasa,” ujarnya.

Bagi Very, pulang malam hampir setiap hari masih hal biasa. Seringkali motor yang ia kendarai harus dituntun ke tukang tambal ban gegara bocor. Belum lagi saat mesinnya mogok. Ditambah ketika berada di jalan yang sebagian dilewatinya belum beraspal.

Baca Juga :   Ada Kebun Jambu Kristal di Sekitar Blok Cepu

“Dulu, paling berat ya pas motor lagi mogok saat di jalanan pedalaman. Pakai motor tua. Sekarang pakai motor pinjaman milik orang tua, itupun juga motor lama tahun 2014,” terangnya.

Meskipun mendapat honor dibawah nilai  kesejahteraan dan upah hidup layak, Very tak pernah merasa semangatnya surut meneruskan perjuangan di dunia pendidikan. Lantaran nominal uang bukan menjadi tujuannya mengajar. Melainkan semata-mata demi mencerdaskan generasi penerus bangsa.

“Tujuan saya pribadi bekerja bukan untuk kepala sekolah, lembaga, atau mendapat materi lebih, tapi untuk mencerdaskan anak bangsa,” tandasnya.

Dengan semangat dan kerja keras yang dijalani, ia merasa bersyukur tahun ini dapat dirasakan jerih payahnya. Dengan memeroleh penghargaan dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Kancabdindik) Wilayah Bojonegoro-Tuban.

“Alhamdulillah kerja keras dan perjuangan selama ini bisa saya rasakan hari ini dengan mendapatkan penghargaan,” kata Very Setyawan Dwi Cahyono, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (23/08/2021) saat ditemui usai mendapat penghargaan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMKN 1 Singgahan, Hidayat Rahman mengaku, bangga dan bergembira dengan terpilihnya dua guru GTT di sekolah yang dipimpinnya sebagai juara pertama dan kedua. Selain Very Setyawan Dwi Cahyono di juara I, ada Suprihatin menempati juara ke III GTT berprestasi.

Baca Juga :   Kisah Sukses Petani Kecambah Ale di Bojonegoro

“Khususnya Pak Very, GTT kami ini dekat dengan anak-anak. Sekarang juga sebagai Ketua Adiwiyata tingkat nasional. Kami sangat mengapresiasi kepada dua guru kami ini. Melihat dedikasinya, harapan kami kedua guru kami ini bisa diterima melalui program PPPK,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *