PT KAI Jajaki Kerja Sama Konektivitas Bandara dengan Stasiun Cepu

23191

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini sedang menjajaki kerja sama rencana konektivitas Bandara Ngloram dengan Stasiun Cepu. Guna tercipta integrasi intermoda transportasi kereta api dan bandara.

Hal itu menindaklanjuti munculnya wacana dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, untuk memindah Stasiun Cepu di depan Bandara Ngloram, saat beberapa waktu lalu berkunjung ke Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan di Bandara Ngloram, Executive Vice President Daop 4 Semarang, Wisnu Pramudyo mengungkapkan, bahwa kedatangannya di bandara sebagai tindak lanjut kunjungan menteri perhubungan beberapa waktu lalu.

Selain itu, sebelumnya dia juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Dewadaru yang membawahi pembangunan Bandara di Kabupaten Blora, Ariadi Widiawan terkait konektivitas antara bandara dan stasiun.

“Ini sekarang kita sedang penjajakan, melihat sejauh mana, dan seperti apa gambaran-gmbaran ketika konektivitas ini bisa terwujud. Kalau sudah ada gambaran kita bisa mempersiapkan,” ujarnya saat ditemui di Bandara Ngloram, Selasa (24/8/2021).

Baca Juga :   Peduli Korban Bencana Puting Beliung, Relawan WanNur Bantu Sembako Warga Mojodelik

“Itupun kita tunggu arahan dari pemilik prasarana dari Kementerian Perhubungan lebih lanjutnya seperti apa,” katanya.

Wisnu mengatakan, sebagai operator kereta api sangat mendukung dan mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya lokasi tersebut sangat representatif dan berharap dapat mengembangkan perekonomian di Cepu, Blora dan sekitarnya.

“Karena memang Cepu punya tujuan-tujuan khusus, seperti PPSDM Migas dan lain sebagainya. Sangat bagus jika nanti sudah jadi, mau jarak jauh naik pesawat, kalau pengen nyaman naiknya kereta api, pengen ekonomis bisa pakai bus. Jadi transportasi lancar perekonomian akan semakin baik,” jelas Wisnu.

Disinggung persoalan pemindahan stasiun. Wisnu mengaku, belum mendapatkan arahan dan menegaskan akan mendukung segala arahan nantinya seperti apa.

“Kalau masalah dipindah (stasiun-red), kami belum dapat arahan itu, lihat kajiannya seperti apa. Apapun arahanya kita akan dukung,” pungkasnya.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Dewadaru, Ariadi Widiawan, menyampaikan, setelah kunjungan tiga menteri kemarin untuk mencapai target operasi selain menyelesaikan pekerjaan fisik, juga harus berkoordinasi dengan beberapa pihak.

Baca Juga :   Kecewa, Customer Kembalikan Mobil AUTO 2000

Diantaranya, maskapai untuk penerbangan reguler, pertamina aviatin untuk avtur pesawat. Lalu dengan PT KAI yakni Daop 4 untuk konektivitas ke stasiun.

“Kami langsung tancap gas,” tandasnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *