Viral Video Anggota Satpol PP Blora Lakukan Kekerasan Berakhir Damai

23264

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Sempat viral di media sosial dan pesan jejaring, peristiwa kekerasan yang dilakukan oleh anggota Satpol PP Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kepada seorang pemuda, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua belah pihak mengakui kesalahannya dan bersepakat untuk damai. 

“Kedua belah pihak telah bersepakat untuk berdamai setelah kita lakukan mediasi,” ujar Kapolsek Cepu, AKP Agus Budiana dalam konfrensi pers di kantornya,  Sabtu (4/9/2021) malam.

Kapolsek membenarkan video kekerasan yang beredar di medsos tersebut setelah dilakukan klarifikasi. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (20/8/2021), pukul 01.30 WIB, saat anggota Satpol PP Kecamatan Cepu melaksanakan piket rutin. Petugas mendapat laporan dari warga jika terdapat sekelompok anak muda berkerumun saat PPKM di salah satu rumah kos di Kelurahan Karangboyo. 

Atas laporan tersebut, lanjut kapolsek, dua anggota Satpol PP mendatangi lokasi di Kelurahan Karangboyo, dan mendapati sekitar 13 orang.

“Nah, pada saat anggota Satpol PP menanyakan tentang situasi yang ada di sekitar situ, tidak ada yang menjawab atau bungkam. Mungkin itu lah yang mendorong anggota Satpol PP melakukan tindakan ekstra atau dianggap kekerasan,” ungkapnya. 

Baca Juga :   Kades Cangkring Selewengkan Dana Desa

Peristiwa itu sempat menjadi viral di medsos. Kemudian, mereka di bawa ke Polsek Cepu untuk dilakukan mediasi. Hasilnya, kedua belah pihak bersepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. 

“Dan tidak saling menuntut antara satu sama lainnya,” pungkas kapolsek.

Camat Cepu, Luluk Kusuma Agung Ariadi menyampaikan terima kasih kepada Polsek Cepu yang telah memfasilitasi perdamaian kedua belah pihak, sehingga bisa menenangkan situasi. 

“Hari ini telah dilaksanakan kesepakatan antaran anggota Satpol PP kami dengan yang besangkutan,” ujarnya. 

Dijelaskan, dalam mediasi itu juga dihadiri orang tua dari kedua belah pihak. Kedua belah pihak sudah saling memaafkan. Sedangkan 13 anak muda yang terjaring PPKM sudah dilakukan pembinaan dan dikembalikan kepada orang tuanya.

“Tak terduga, bahwa orang tua keduanya sudah saling kenal sebelumnya. Mereka merupakan rekan satu sekolah di zamannya,” ungkap Luluk.

Ia berharap peristiwa yang terjadi bisa menjadi pelajaran bagi anggota Satpol PP maupun warga untuk tetap mematuhi aturan PPKM. 

“Ini menjadi pelajaran bagi kami. Semoga kedepan sinergitas tetap terjalin dengan masyarakat, polsek dan koramil. Terutama dalam situasi PPKM seperti saat ini. Sehingga masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujarnya.(ams)

Baca Juga :   15 Pasar Tumpah di Jatim Berpotensi Timbulkan Kemacetan saat Mudik Lebaran


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *