SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro -Â Warga Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengusung enam tuntutan dalam aksi protes di akses jalan menuju proyek gas Jambaran Tiung – Biru (JTB), Senin (6/9/2021). Salah satunya menagih kesepakatan yang sudah disepakati bersama kontraktor sebelumnya di rumah kepala desa (Kades) Pelem.
Keenam tuntutan yang dituangkan dalam selembar kerta itu adalah rekrutmen 50 tenaga kerja sesuai perjanjian di kepala desa harus sudah bekerja dalam waktu seminggu. Kedua, kontraktor harus melakukan penyiraman jalan mulai Pelem – Jambaran Central dan melibatkan dump truk serta sopir dari warga setempat.
Permintaan lainnya, melarang mobil operasional bernomor polisi (Nopol) luar Bojonegoro, harus menggandeng katering Desa Pelem.
“Kenapa harus memakai katering dari Cepu. Di sini kan ada suplier katering yang dilakukan CV Segumpal Salju,” ujar Ngari, perwakilam warga Pelem di lokasi protes.
Warga juga meminta agar Humas PT Rekind aktif silaturahmi ke desa untuk bertemu tokoh masyarakat, agama dan pemuda.
“Kami juga meminta agar suplier air minum untuk kebutuhan karyawan dan pekerja proyek Gas JTB diberikan kepada warga di sini,” tegas Ngari.
Protes yang dilakukan warga di akses jalan proyek menuju lokasi proyek Jambaran Central, tepatnya turut Desa Pelem diikuti sekitar 10 orang. Akibatnya, para pekerja proyek gas JTB sempat tidak bisa melewati akses jalan tersebut.Â
Saat ini warga yang melakukan protes sedang melakukan musyawarah bersama kontraktor proyek gas JTB, pemdes dan Muspika Purwosari di Balai Desa Pelem. Aksi ini mendapat pengawalan dan pengamanan ketat dari aparat keamanan. (Sam)Â