Tingkatkan Keamanan Operasi Produksi, Pertamina Hulu Rokan Gandeng PPSDM Migas

23349

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Blora – Pusat Pengembangan Sumber Manusia Daya Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) bekerja sama dengan PT.Pertamina Hulu Rokan mengadakan pelatihan Operasi Produksi Tingkat (OPK), (POP) dan (PUP).

Pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari, Senin sampai Selasa (13-14/9/2021), dilaksanakan secara daring (online). Selama mengikuti pelatihan peserta mendapatkan materi berupa Technique & Production Sumur, Reservoir OPK, Gas Dehydration, Gas Flow Measurement, SG Emulsi BS&W, Oil Treatment, Water Treatment, dan K3 Produksi. 

 Yulius Bahar (50), salah satu peserta POP menjelaskan bahwa tujuan mengikuti pelatihan tersebut adalah untuk menjalankan salah satu persyaratan yang sangat diwajibkan bagi seorang pekerja migas untuk mempunyai keahlian dan kompetensi yang tersertifikasi, disamping itu juga merefresh fikiran maupun mengingat kembali tentang teori.  

“Dari pelatihan ini kami mendapatkan ilmu sekaligus pengetahuan baru mulai dari teknik produksi, sifat reservoir batuan, proses gas baru, jenis-jenis serta rumus untuk pengukuran air dan minyak yang baru. Selain itu, kami juga dapat berdiskusi dengan teman yang bukan satu lapangan karena selama ini kami bekerja di Ramba Sumatera Selatan. Di lapangan Ramba, gas sangat minim jadi proses gas tidak terlalu difokuskan disana tetapi setelah kami di tempatkan di Pangkalan Susu saya dapat melihat langsung proses produksi gas. Sehingga dan setelah mengikuti pelatihan ini kami tentunya dapat menjawab banyak problem dalam proses kerja dilapangan Ramba,” ungkap pria asal Padang ini ketika dihubungi dalam wawancara online pada Selasa (14/09/21). 

Baca Juga :   Komisi B Minta PEPC Tunda Bahas PI

Berbeda dengan Ngaripan (55), asal Pati, Jawa Tengah. Ia mengungkapkan selama mengikuti pelatihan mendapatkan mulai dari materi training yang lengkap serta memahami dan menguasai aspek-aspek operasi produksi minyak gas bumi. 

“Kami juga dikenalkan alat-alat terbaru untuk produksi migas,” ucapnya. 

Ngaripan menambahkan setelah mengikuti pelatihan para peserta akan mengikuti ujian sertifikasi operator sesuai dengan tingkat masing-masing peserta.(ams) 


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *