SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Seorang pelajar di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit. Kepalanya bocor dan mendapat 4 jahitan setelah terkena lemparan batu oleh kelompok konvoi di sekitar Taman Seribu Lampu Cepu. Kasus tersebut sekarang ini sedang ditangani Polsek Cepu.Â
Pelajar tersebut bernama, Agna Saktya Keitza, warga RT 009 RW 003 Desa Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Â
Peristiwa pelemparan batu terjadi pada Jumat (24/9/2021) sekira pukul 23.30 WIB. Namun, korban baru melaporkannya ke Polsek Cepu, Sabtu (25/9/2021) malam. Â
Kronologi kejadiannya, saat itu korban sedang nongkrong minum kopi di warung lesehan di Taman Seribu Lampu Cepu bersama teman-tamannya. Tidak berselang lama, sekira pukul 00.30 WIB pada (25/9/2021), tampak ada rombongan konvoi sepeda motor sekitar 20 an dari arah barat menuju timur. Begitu mendekati lesehan tempat korban, diduga gerombolan konvoi melemparkan batu dan mengenai kepala Agna.Â
 “Seketika itu mata samar dan tidak bisa melihat jelas,” kata korban.Â
Seketika itu pengunjung yang berada di lokasi kocar-kacir mengihindar. Sebagian menyelamatkan korban, ke lorong terdekat. Â
“Di situ saya tersungkur dan tidak sadarkan diri. Begitu sadar, sudah mendapat perawatan di Rumah Sakit” ujarnya. Â
Kemudian korban pulang istirahat di tempat kosnya. Saat di tempat kos, Agna mengaku didatangi tiga orang yang terlihat setengah mabuk. Â
“Saya diancam supaya tidak menyebut nama perguruan ketika diperiksa polisi. Kalau sampai saya ngomong, mereka akan mengajak perang terbuka antar perguruan,” ungkapnya. Â
Agna mengaku mengetahui dan mengenal mareka dari perguruan silat mana. Namun karena merasa terancam, dirinya tidak menyampaikan saat diperiksa polisi. Â
“Untuk menghindari permasalahan lain,” ucapnya.Â
Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana, membenarkan adanya laporan peristiwa penganiayaan. Terkait ada keterlibatan perguruan, dia mengaku masih mendalami kasus tersebut. Â
“Semua masih dalam penyelidikan,” tegasnya, Senin (27/9/2021).Â
Informasi dihimpun suarabanyuurip.com, saat dilakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi di Mapolsek Cepu, Agna mendapatkan pengawalan dari kawan-kawannya satu organisasi dari berbagai daerah. Mereka berkumpul di depan Mapolsek Cepu dan sebagian lain menyebar di tenpat lain.(ams)Â