Operator Blok Cepu Latih Timlak Program Patra Daya di Tuban

23478

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Tuban – Operator lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama mitranya memberikan pelatihan kepada Tim Pelaksana (Timlak) desa Program Aksi Kemitraan Pemberdayaan Masyarakat (Patra Daya) di Balai Desa  Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (30/09/2021).

Hadir dalam kegiatan pelatihan, Camat Rengel Eko Wardono, PIC EMCL Joni Wicaksono, Konsultan Teknis EMCL Muhammad Rondi, Ketua LSM Gemuruh, Hariyono, dan seluruh Timlak dari Desa Maibit, Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, dan Desa Trutup, Kecamatan Plumpang.

Dalam sambutannya, Camat Rengel Eko Wardono menekankan, sangat pentingnya hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat. Dimana masyarakat yang dilalui kegiatan proyek diharapkan mendukung penuh dan turut serta menjaga fasilitas Migas (Minyak dan Gas bumi) sebagai proyek strategis nasional (PSN).

“Jangan sampai masyarakat malah mengganggu atau merusak fasilitas yang ada. Karena manfaat proyek ini untuk kita semua. Kalau fasilitas rusak kebutuhan bahan bakar minyak juga akan terganggu,” ujarnya.

Ditambahkan, terkait dengan program infrastruktur publik ini, diharapkan bisa dijalankan dengan sebaik baiknya dan Timlak desa bisa profesional.

Baca Juga :   Panen Air Hujan Bisa Jadi Solusi Atasi Krisis Air Bersih di Bojonegoro saat Kemarau

“Supaya hasilnya sesuai yang direncanakan dan sesuai harapan kita bersama,” tandasnya.

Public Government Affair (PGA) Community Relation EMCL, Joni Wicaksono menjelaskan, bahwa peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung jalannya kegiatan industri Migas Banyu Urip yang ada di Tuban.

“Khususnya fasilitas pipa yang melintas di Desa Punggulrejo, Maibit, Kecamatan Rengel, dan Desa Trutup, Kecamatan Plumpang,” terangnya.

Joni menjelaskan, berkenaan prosedur tata cara mematuhi aspek keselamatan di sepanjang jalur pipa. Seperti, masyarakat tidak diperbolehkan menanam tanaman keras, melakukan penggalian tanpa koordinasi dengan EMCL.

“Dan tidak boleh mendirikan bangunan di sepanjang jalur pipa,” ucapnya.

Sementara Ketua LSM Gemuruh, Hariyono menuturkan, rencana pembangunan infrastruktur nantinya setiap Timlak berbeda-beda antara desa satu dengan desa lainnya.

“Untuk Desa Maibit pembangunan infrastruktur JUT (Jalan Usaha Tani), Desa Punggulrejo saluran Air dan Desa Trutup berupa instalasi air bersih,” pungkasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *