SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Sebanyak 37 warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga September 2021 terjangkit Demam Berdarah Dangue (DBD). Meski, tak sebanyak 2020 lalu, namun kasus DBD tahun ini menyebabkan satu warga meninggal.
Kepala Bidang (Kabid) P2P Dinkes Bojonegoro Wheny Dyah Prajanti mengatakan, jumlah warga yang terjangkit DBD di Bojonegoro menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara hingga September 2021 ini korban meninggal akibat DBD ada satu orang.
“Sampai dengan akhir September 2021 total 37 warga terlapor DBD. Dan meninggal satu orang,” katanya, Jumat (1/10/2021).
Sedangkan, ia melanjutkan, untuk 2020, jumlah penderita DBD mencapai 71 orang. Dan jumlah orang yang meninggal sama sebanyak 1 orang pada awal Januari lalu.
Dia mengatakan, tahun ini jumlah penderita DBD menurun dibandingkan tahun lalu. Namun, meski jumlah warga yang terjangkit DBD menurun masyarakat harus tetap waspada. Sebab, DBD sangat berbahaya apalagi ketika musim hujan.
Wheny menuturkan masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan. Seperti jangan ada genangan air di sekitar rumah, menutup bak kamar mandi, dan memanfaatkan barang bekas.
“Juga melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Karena, itu salah satu cara yang efektif untuk melakukan pencegahan,” katanya.(jk)