SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Hasil evaluasi sementara pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Bojonegoro, Jawa Timur masih ditemui siswa berkerumun. Aktivitas tak menjaga jarak itu, terjadi saat siswa datang dan pulang dari sekolah.
Plt Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Lasiran mengatakan, evaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dilakukan setiap minggu. Indikator evaluasi PTM terbatas sesuai standar operasional prosedur (SOP) surat edaran Bupati Bojonegoro.
“Di antaranya seperti kapasitas kelas maksimal 50 persen dan siswa diwajibkan jaga jarak 1,5 meter serta waktu pembelajaran dibatasi,” jelasnya, Kamis (21/10/2021).
Juga, ia melanjutkan, sesuai SKB 4 Menteri bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) hingga siswa yang berusia 12 tahun ke atas secara umum di jenjang SMP sudah divaksinasi.
Namun, hasil evaluasi per 18 Oktober lalu, masih ditemui siswa berkerumun. Hal itu terjadi saat siswa datang dan pulang dari sekolah. Juga, masih ada pedagang di sekitar sekolah memicu kerumunan siswa.
“Karena di dua aktivitas itu masih ditemui siswa bergerombol atau tidak menjaga jarak. Maka perlu adanya edukasi bagi siswa dan orang tua pengantar,” kata Lasiran.
Karena itu, langkah yang dilakukan untuk mencegah kerumunan baik siswa hingga aktivitas di lingkungan sekolah tetap mengedukasi protokol kesehatan sesuai SOP. Dan PTM terbatas masih 50 persen karena belum terjadi penurunan level PPKM di Bojonegoro.
“Dan PTM terbatas hari berjalan dengan baik karena mengutamakan protokol kesehatan dan keselamatan warga di lingkungan sekolah,” tambahnya.(jk)