Tingkat Hunian Hotel dari Naker Migas Menurun

M Subeki

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Tingkat Hunian atau okupansi hotel di Bojonegoro, Jawa Timur, dari para kalangan tenaga kerja (Naker) proyek minyak dan gas bumi (Migas) cenderung menunjukkan penurunan. Belum diketahui secara pasti latar belakang penurunan tamu dari kalangan tenaga kerja migas tersebut.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bojonegoro, Mokhammad Subekhi mengungkapkan, bahwa sepanjang yang ia ketahui, saat ini hotel yang ditempati kalangan pekerja migas ada di dua hotel. Yakni di Hotel Aston dan Hotel Fave.

“Saat ini hotel yang ditempati pekerja minyak ada di Aston sama FAVE,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (26/10/2021).

Disinggung mengenai prosentase okupansi kedua hotel tersebut, pria ramah ini tidak bisa menjelaskan secara lebih terperinci. Pasalnya selain karena prosentase disesuaikan jumlah kamar masing-masing hotel, data prosentase okupansi adalah wilayah prifasi pada tiap hotel itu sendiri.

Pemilik Hotel Griya MCM dan Resto ini menambahkan bahwa rincian prosentase tiap okupansi hotel mesti berbeda. Dicontohkan, semisal MCM mempunyai jumlah 85 kamar tingkat huniannya 5 persen dari jumlah kamar, artinya ada 4 sampai lima kamar terisi.

Baca Juga :   Minim Keterlibatan, Warga Bandungrejo Sampaikan Aspirasi ke Kontraktor PEPC

“Dan untuk data hotel lain itu prifasi masing-masing. Jadi kita tidak tau. Sedangkan untuk tamu dari pekerja Oil & Gas sudah selesai lama tidak di Hotel  MCM. Saat ini MCM  ditempati tamu dari umum, tapi juga masih sepi,” tambahnya.

Pak Mokh, panggilan akrab mantan anggota DPRD Bojonegoro ini, tidak menampik terjadinya penurunan okupansi hotel. Tetapi ia enggan berkomentar perihal apa penyebab rendahnya tingkat hunian dari kalangan pekerja migas.

Senada dengan Mokhammad Subekhi, pengelola Hotel Layung Kalitidu, Imam Mawardi mengatakan, jika Hotel Layung pun masih belum seramai dulu saat masih ada pekerja migas.

“Tingkat okupansi masih rendah,” ujarnya.

Sementara itu, manajemen Hotel Aston dan FAVE hingga berita ini ditulis belum berhasil dikonfirmasi. Saat SuaraBanyuurip.com berupaya mewawancarai manajer hotel, Ria, pegawai receptionis di Hotel Aston menyarankan agar membuat janji terlebih dahulu melalui sales marketing hotel.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *