Penuhi Kebutuhan Gas Industri di Pulau Jawa, Pertagas Resmikan Mother Station CNG di Blora

23672

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora –  PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai anak perusahaan Sub Holding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, telah menyelesaikan pembangunan Pipa Gas dan Mother Station (MS) Compressed Natural Gas (CNG) di Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Fasilitas yang dibangun oleh Pertagas, meliputi pembangunan pipa gas sepanjang 4 Km dan Mother Station dengan kapasitas 3,5 MMSCFD. Fasilitas ini nantinya mampu untuk mensuplai kebutuhan gas alam bagi industri di penjuru Pulau Jawa  yang wilayahnya belum tersambung pipa gas.

Mother Station ini mengkompresi gas yang bersumber dari PT Pertamina EP Cepu ADK (PEPC ADK) yang berasal dari Lapangan Alas Dara Kemuning (ADK). Juga sebagai tanda  pemanfaatan perdana gas yang diproduksi dari sumur PEPC ADK yang mulai berproduksi pada November 2021. Selanjutnya gas yang telah terkompresi ini akan diantarkan menggunakan truk menuju ke konsumen industri.

Optimalisasi pemanfaatan gas bumi terutama untuk dunia industri menjadi prioritas yang dilakukan oleh Pertamina.

Direktur Utama Pertagas, Wiko Migantoro menyampaikan pembangunan fasilitas ini dimaksudkan untuk mendukung niaga anak perusahaan Pertagas, PT Pertagas Niaga yang sebelumnya telah mensuplai industri dengan CNG menggunakan sumber gas dari Jawa Timur.

Baca Juga :   Peluang Blora Dapat DBH Migas Blok Cepu Kian Terbuka

“Dengan suplai gas baru dari ADK, pembangunan fasilitas pipa dan mother station ini bentuk upaya Pertagas menjamin kestabilan suplai energi bagi industri di Jawa,” jelas Wiko saat meresmikan pembangunan Pipa Gas dan Mother Station (MS) Compressed Natural Gas (CNG), Jumat (29/10/2021).

Peresmian dihadiri Bupati Blora, Direktur Logistik & Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Dewan Komisaris PT Pertamina Gas, dan President Director PT Pertagas Niaga. 

Direktur Utama PGN, M. Haryo Yunianto menjelaskan, bahwa Jawa Tengah adalah wilayah yang menjadi salah satu fokus PGN untuk meluaskan ekspansinya dalam pemanfaatan gas bumi. Selain menyalurkan gas melalui pipa dari Lapangan Kepodang dan Jambaran Tiung Biru (JTB), pihaknya juga tetap melayani market industri non pipa.

“Alasannya adalah untuk mendukung percepatan pertumbuhan industri dalam waktu singkat, tentunya dengan harga yang kompetitif,” tegas Haryo.

Pada kesempatan itu, Direktur Logistik & Infrastruktur Pertamina, Mulyono mengapresiasi penyelesaian pembangunan Pipa Gas dan Mother Station (MS) Compressed Natural Gas (CNG). Karena proyek ini menunjukkan sinergi dan kolaborasi seluruh afiliasi Pertamina Grup dari mulai hulu hingga hilir.

Baca Juga :   Berharap Indo Cater Maksimalkan Warga Sekitar

“Meski kondisi di tahun-tahun ini cukup menantang, namun Pertamina berhasil menunjukkan komitmennya untuk tetap menuntaskan proyek penting bagi ketahanan suplai energi Indonesia,” tandas Mulyono.

Selain produk CNG, produk turunan lain yang dihasilkan adalah kondensat. Produk ini selanjutnya akan menjadi pelarut bagi keperluan industri.

“Permintaan industri akan kebutuhan kondensat pun saat ini cukup tinggi dan kami percaya diri memenuhi keperluan tersebut sehingga kami mengambil peran dalam kemajuan industri nasional,” sambung Aminuddin, President Director Pertagas Niaga.  

Saat ini subholding gas PT Perusahaan Gas Negara, telah mensuplai gas alam sebesar lebih dari 700 BBTUD untuk kebutuhan di Pulau Jawa. Suplai tersebut untuk memenuhi kebutuhan industri, jaringan gas kota, transportasi berbahan bakar gas hingga pembangkit listrik. Hal ini sebagai kontribusi dalam penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan serta mengurangi ketergantungan pada penggunaan BBM.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *