SuaraBanyuurip.com -Â Â Ahmad Sampurno
Blora – Operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berupaya membangkitkan kembali produk-produk lokal binaannya akibat terdampak pandemi Covid-19. Para karyawan diajak berbagi dan belajar serta melihat langsung program-program pemberdayaan masyarakat yang sedang berjalan.
Seperti yang dilakukan karyawan EMCL di Griya Keramik Desa Balong, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di tempat ini, mereka belajar membuat keramik dari tanah liat dan pupuk organik.
Perwakilan EMCL, Beta Wicaksono, menyampaikan, kunjungan ini bagian dari Program Sukarelawan EMCL Tahun 2021. Pada periode sebelum adanya pandemi Covid-19, selalu dilaksanakan dengan mengumpulkan orang banyak dengan sejumlah kegiatan, dan dilaksanakan sehari selesai.
Namun pada tahun 2021 ini, meski pandemi, pihaknya berinovasi supaya program tetap berjalan. Tentunya dangan cara berbeda.
“Seperti sekarang ini, kami laksanakan secara bergelombang sejak 2 bulan terakhir. Dan di beberapa tempat,†ujarnya, Kamis (4/11/2021).
Mengusung tema “Berbagi dan Belajar Bersamaâ€, pihaknya ingin mengajak para karyawan yang menjadi relawan melihat secara langsung program pemberdayaan masyarakat yang berjalan.
“Selama ini mereka hanya bergelut dengan pekerjaanya. Kesempatan ini, untuk menunjukkan secara langsung program EMCL yang berjalan di lapangan. Termasuk di Balong sekarang ini,†ungkapnya.
Kedatangan sukarelawan di Desa Balong ini memiliki misi supaya produk-produk lokal binaan EMCL bisa bangkit setelah diterjang masa pandemi Covid-19.
“Harapannya, bisa memberikan optimisme pelaku industri serta pelaku wisata untuk bangkit bersama,” tegasnya.
“Rumah keramik ini adalah program legacy kita. Tidak akan terjadi, kalau tidak dukungan bersama. Termasuk para stakeholder di Blora ini,†lanjut Beta.
Hal yang sama juga dilaksankan oleh karyawan di tempat lain dengan mengajak tetangga maupun saudara untuk belajar bersama.
“Seperti di Cepu. Di rumah karyawan EMCL. Warga sekitar diajak belajar budidaya jamur,†jelasnya.
Beta menjelaskan, selain di keramik ada juga kegiatan pendidikan, belajar bahasa inggris. Kemudian, mengajak orang untuk beraktifitas yang sehat. Disamping itu juga berkegiatan sosial untuk masyarakat dilaksanakan sesuai dengan situasi pandemi saat ini.
“Kalau dulu mungkin mengumpulkan banyak orang, sekarang kami lebih menyesuaikan. Ini adalah strategi kami agar tetap bisa memberikan mafaat,†ujar Beta.
Salah satu relawan EMCL, Eka mengaku senang berkunjung ke Balongan. Di tempat ini dirinya belajar membuat keramik yang dipandu langsung oleh perajin keramik.
“Ini kedatangan saya yang kedua kali. Pertama pada tahun 2016 lalu, sebelum menjadi karyawan EMCL. Saat itu saya menjadi peserta dalam ajang Kakang Mbakyu Blora,†ujar gadis asal Kecamatan Kedungtuban ini.(ams)