SuaraBanyuurip.com -Â Arifin Jauhari
Bojonegoro – Seorang warga bernama Suriyanto (58) dilaporkan hilang. Pria yang berprofesi sebagai Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Safi’iyah tersebut diduga tenggelam di sekitar lokasi Bendungan Klepek saat mencari ikan.
Diketahui, Suriyanto adalah warga Rukun Tetangga (RT) 07, Rukun Warga (RW) 02 Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Menurut kesaksian Muhammad Arif Rahman, warga desa setempat, korban pada Kamis (04/11/2021) sekitar pukul 20.00 Wib, bersama warga lainnya mencari ikan, karena Bendungan Klepek sedang munggut atau ikan mabuk.
“Sekitar pukul 22.30 Wib korban pulang ke rumah, namun jam 23:00 wib dia balik lagi, namun hingga pagi belum pulang. Kemudian istri korban minta tolong ke warga lainnya untuk membantu mencarinya,” ucap Arif.
Saat pencarian di lokasi sekitar tepi sungai di Bendungan Klepek, warga menemukan ikan hasil tangkapan dan sepatu boot milik korban, serta alat untuk mencari ikan (seser) yang di temukan tersangkut di sungai.
“Dari penemuan petunjuk tersebut di asumsikan, korban hilang tenggelam di sekitar Dam Klepek. Sehingga kejadian ini langsung dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke pihak – pihak terkait,” terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Zainul Maarif mengatakan pencarian korban melibatkan 9 personel dari BPBD, 7 personel dari Damkar dan di bantu Polsek, Koramil, Relawan dari PSHT, MDMC, dan masyarakat Desa. Petugas melakukan penyisiran aliran sungai dengan menggunakan 2 perahu karet.
“Untuk kendala yang kami hadapi saat proses pencarian ini, cuaca hujan dan ramainya warga yang ingin menyaksikan proses pencarian ini sehingga untuk mobilitas kami agak terkendala,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Jum’at (05/11/2021).
Dijelaskan, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), karena hingga pukul 17:00 Wib korban belum diketemukan, pencarian hari ini untuk sementara dihentikan.
“Kami akan lanjutkan besok pagi,” ujarnya.(fin)