SuaraBanyuurip.com -Â Arifin Jauhari
Bojonegoro – Forum Komunikasi Pendidikan Qur’an (FKPQ) dinyatakan bukan sebagai lembaga yang menjadi bagian dari struktur organisasi di Kementerian Agama (Kemenag). Keberadaannya diakui sebagai mitra dalam mendukung visi dan misi Kemenag.
“FKPQ adalah lembaga mitra kami, tapi bukan bagian dari struktur organisasi yang ada dalam Kemenag,” kata Kepala Seksi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kantor Kemenag Bojonegoro, Zainal Arifin, kepada SuaraBanyuurip.com, Jum’at (05/11/2021).
Sebagai mitra kerja, menurut Zainal, FKPQ ini banyak membantu Kemenag dalam metode-metode pengembangan pembelajaran untuk Guru Taman Pendidikan Qur’an (TPQ). Dalam metodenya, ada yang berbasis An-Nahdliyah yang dikembangkan oleh NU, dan ada pula metode yang dikembangkan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI).
“Ini memang mitra kerja kami, dan memang boleh, tidak ada masalah,” tegasnya.
Dia mengakui keberadaan FKPQ meringankan pekerjaan Kemenag karena terbantu dari sisi metode pembelajaran di TPQ. Meskipun demikian, keberadaan FKPQ bukan khusus diadakan agar mendapat Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) TPQ.
“Tidak ada pedoman teknis bahwa BOP harus melalui FKPQ. Alur bantuan itu berbasis EMIS. Sebetulnya dari Kemenag ya langsung ke TPQ. Sepanjang LPQ itu terdaftar di Kemenag, otomatis berhak mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Diterangkan, EMIS adalah kepanjangan dari Education Management Information System. Merupakan sistem manajemen data pendidikan Islam yang berperan dalam menunjang proses perencanaan dan pengambilan kebijakan pendidikan Islam pada Kemenag.
Disinggung mengenai kasus hukum yang menjerat Shodikin, Ketua FKPQ, Zainal menyebut hal itu sebagai insiden yang kebetulan tersangka adalah oknum dari FKPQ. Ia pribadi mengaku prihatin dengan kejadian tersebut.
“FKPQ ini banyak membantu kami, khususnya dalam pembelajaran di TPQ. Bukan hal lain lo ya. Saya kira semua prihatin dengan insiden ini, yang kebetulan oknumnya dari FKPQ,” ujar pria pemegang sabuk hitam karate Dan V ini.
Zainal menambahkan, bahwa Kemenag Bojonegoro, terbuka untuk bermitra atau bekerja sama dengan semua lembaga keagamaan Islam. Tak hanya dengan FKPQ saja. Disebutkan sejumlah organisasi keagamaan Islam yang bermitra dengan Kemenag yaitu, FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah), FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren), dan RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) dan masih banyak lagi yang lainnya.
“Kami bisa bermitra dengan organisasi keagamaan baik dari NU, Muhammadiyah dan lain sebagainya. Tentunya yang bisa membantu visi misi dan program dari Kemenag,” pungkasnya.(fin)