SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Badan Pimpinan Daerah Jawa Timur (BPD Jatim) berharap sebisa mungkin APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Bojonegoro jangan sampai dinikmati oleh kabupaten luar.
Pernyataan tersebut terlontar dalam pidato sambutan Ketua Umum Gapensi BPD Jatim, Mohammad Syarifudin, saat hadir dalam kegiatan Musyarawah Cabang Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gapensi Bojonegoro yang dihelat di Hotel Aston, Rabu (10/11/2021). Kehadirannya sekaligus didaulat sebagai pembuka acara.
Dalam pidato sambutannya, Syarif, sapaan akrab Mohammad Syarifudin berpesan, agar para anggota Gapensi di Bojonegoro mampu bersaing dan terutama harus kompak. Baik dalam intra kepengurusan maupun antar keanggotaan. Termasuk juga membangun kekompakan dengan asosiasi tetangga.
“Tak kalah pentingnya agar menjalin kekompakan dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ucapnya.
Menurut Syarif, telah menjamur di banyak daerah, bahwa akibat dari ketidak kompakan para anggota Gapensi, sehingga kegiatan APBD banyak dinikmati oleh, dalam istilahnya teman-teman tetangga sebelah.
“Terutama nanti dipelelangan, kita ndak boleh hancur-hancuran. Sebisa mungkin dana yang ada di Kabupaten Bojonegoro ini, wabil khusus APBD Bojonegoro, jangan sampai dinikmati oleh kabupaten luar,” tandasnya.
“Karena kalau sudah dinikmati oleh kabupaten luar, kita juga yang sakit. Kasihan juga pemerintah daerah. Saya titip pesan ini, karena jumlah anggota Gapensi di Bojonegoro ini terbesar ketiga di Jawa Timur,” lanjutnya.
Sementara, Ketua Gapensi terpilih dalam agenda Muscab VIII, Yudi Wahyumaniaji menyampaikan dukungannya atas pernyataan Ketua Gapensi BPD Jatim tersebut. Yudi mengaku, kaget atas pernyataan Syarifudin, lantaran dirasa mewakili apa yang menjadi harapan anggota Gapensi Bojonegoro selama ini.
“Terus terang saya kaget dengan pernyataan Ketua Umum. Kok rasanya mewakili harapan kami,” katanya di sela-sela acara kepada SuaraBanyuurip.com.
Sebagai ketua terpilih yang baru, pria yang juga menjadi Direktur CV. Wahyu Kusuma ini mengemukakan sebagian visi misi yang diamanatkan anggota kepada dirinya. Termasuk mengenai keinginan agar para anggota bisa mendapatkan jatah proyek di Bojonegoro sendiri.
“Kami sebagai pengurus masa bakti mendatang, kita punya salah satu misi menjembatani mereka (anggota Gapensi) agar mendapatkan kue proyek di daerahnya sendiri,” ujarnya.
Keinginan pertama yang rencananya ia usulkan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjutnya, adalah agar harga satuan pada Perbup tentang standar harga satuan sedikit dinaikkan. Sedangkan yang kedua mengenai galian C, dinilai terjadi dobel restribusi. Sehingga membuat pekerjaan yang menggunakan material galian C menjadi sangat tinggi.
“Selain itu kita juga akan menjalin komunikasi dengan sesama asosiasi lain, agar bisa satu suara untuk mengupayakan bertemu dengan para stake holder di Bojonegoro,” pungkasnya.
Dalam agenda Muscab Gapensi VIII tersebut Yudi Wahyumaniaji terpilih sebagai Ketua Gapensi BPC Bojonegoro periode 2021-2026, setelah mendapatkan 78 suara sah. Mengungguli Alfan Afandi yang mendapat 34 suara sah. Dari 115 total suara terkumpul, dan terdapat 3 suara dinyatakan tidak sah.(fin)