Tingkatkan Kesadaran Bela Negara, Bakesbangpol Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan

23817

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar seminar tentang wawasan kebangsaan. Acara tersebut digelar dalam rangka peningkatan kesadaran bela negara, dengan mengambil tema “Menggelorakan Jiwa Kebangsaan”.

Kegiatan yang dilangsungkan di gedung Bakesbangpol Bojonegoro itu menghadirkan empat narasumber sebagai pemateri, yaitu Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, Mahmudi, Kasdim 0813/Bojonegoro, Mayor Infanteri I Putu Gede Widarta, Anggota DPRD Bojonegoro Imam Sutikno, dan Letkol (Pur) Dedi Suryadi.

Dipandu oleh moderator M. Yazid, peserta sebanyak 50 orang terdiri dari perwakilan murid SMA, SMK dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bojonegoro antusias dalam menyimak acara, Kamis (18/11/2021).

Kepala Bakesbangpol, Mahmudi, dalam sambutannya mengatakan, seminar ini dilaksanakan bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang wawasan kebangsaan. Kemudian meningkatkan peran generasi muda untuk selalu menerapkan kesadaran bela negara.

“Dan terlaksananya kesadaran bela negara bagi generasi muda yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Letkol (Pur) Dedi Suryadi yang juga Sekretaris PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat) Provinsi Jawa Timur, memaparkan perihal ancaman non militer yang sudah berubah menjadi musuh nyata yang harus dilawan para pemuda.

Baca Juga :   Bupati Bojonegoro Tolak RUU Pilkada

“Musuh saat ini lebih sulit dideteksi, semakin kompleks dan multidimensional,” ujar Letkol (Pur) Dedi Suryadi dalam paparannya.

Oleh sebab itu, Letkol Dedi berharap, para pemuda mampu membuat bangsa menjadi hebat dengan memperkuat tiga hal dasar. Yakni etika, moral dan budaya. Tantangan terberat dalam mewujudkan hal itu adalah arus globalisasi yang lebih kuat dari nasionalisme, dan lemahnya wawasan kebangsaan.

“Untuk melawan musuh non militer ini, kita punya senjatanya, yakni wawasan kebangsaan,” tandasnya.

Sementara, Mayor Infanteri I Putu Gede Widarta, menyampaikan materi terkait peranan TNI dalam pembinaan generasi muda. Berkenaan pemuda adalah calon-calon pemimpin di masa depan.

Menurut pria yang juga Kasdim Bojonegoro, kemajuan suatu bangsa tergantung pada para pemuda. Sehingga para pemuda diminta agar jangan sampai kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang berjiwa pancasila.

Tantangan yang harus ditaklukkan oleh para pemuda adalah sifat materialistis dan hedonis. Sebab, kedua sifat tersebut dapat menghancurkan generasi muda. Materialistis bersifat hanya memikirkan dan mengukur segala sesuatu dari materi, dan hedonis hanya memikirkan hura-hura, foya-foya dan kesenangan sesaat.

Baca Juga :   Bupati Wahono Lantik Edi Susanto Jadi Sekda Bojonegoro

“Yang harus dilakukan adalah menginternalisasi ideologi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika ke dalam jiwa setiap pemuda. Dan juga menghilangkan fanatisme sempit,” paparnya.

Selanjutnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Imam Sutikno, memaparkan peran pemuda dalam membangun karakter bangsa demi keutuhan NKRI.

Dijelaskan, pemuda mempunyai peran penting ditinjau dari lima bidang, yakni bidang politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

Dari lima bidang tersebut, para pemuda sebagai agen perubahan dalam membangun karakter bangsa dan negara diharapkan dapat mewujudkan dalam semangat nasionalisme dan patriotisme yang menggelora.

“Mudah-mudahan, para pemuda mampu menerapkan jiwa serta semangat nasionalisme dan patriotisme dalam perilaku kehidupan sehari-hari,” harap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Acara ditutup dengan diskusi antara para pemateri dengan para peserta.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *