SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Operator ladang minyak dan gas bumi (Migas), Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Camat Gayam melakukan monitoring pengerjaan program Rumah Layak Huni (RLH) di Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (03/12/2021).
Pengerjaan RLH tersebut adalah program pengembangan masyarakat (PPM) yang merupakan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari EMCL. Turut serta dalam kegiatan monitoring, tim Alas Institute selaku mitra pendamping program, dan Tim Pelaksana (Timlak) Desa Cengungklung, serta Konsultan Teknik EMCL.Â
Camat Gayam, Agus Haryana Panca Putra mengatakan, setelah pengerjaan berjalan lebih dari sebulan, pihaknya ingin benar-benar memastikan program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Jadi pengerjaan perbaikan rumah tidak boleh asal-asalan dan harus memenuhi aspek standar kualitas fisik,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.
Camat ring 1 lapangan migas Banyu Urip ini juga mengapresiasi kinerja seluruh komponen dalam program ini. Sehingga hasil perbaikan rumah di Desa Cengungklung dilaksanakan dengan baik sesuai harapan.
“Terutama harus sesuai harapan warga penerima manfaat program,” tambahnya.
Sementara salah satu warga penerima manfaat Hernawan, mengungkapkan rasa syukurnya ketika rombongan berkunjung ke rumahnya. Lantaran rumahnya kini menjadi bersih dan nyaman.
“Alhamdulillah, Pak. Sekarang atap rumah saya tidak bocor lagi saat hujan. Jadi bersih dan nyaman,” ungkapnya kepada Camat Gayam saat diajak berdialog.
Di tempat yang sama, penanggung jawab program EMCL, Al Maliki Ukay Sukaya Subqy menambahkan, bahwa monitoring ini bertujuan untuk mengetahui progres pelaksanaan program, serta bersilaturahim dengan penerima manfaat sebelum dilaksanakan pengerjaan akhir perbaikan rumah tersebut.
“Kedepan, semoga program ini dapat mengakomodir lebih banyak penerima manfaat sehingga masyarakat yang membutuhkan dapat memiliki hunian yang lebih layak. Serta EMCL dapat berkontribusi terhadap pembangunan di daerah dan senantiasa bersinergi dengan pemerintah,” tandasnya.
Menyambung pernyataan Al Maliki, Manajer Program Alas Institute, Danial Abidin menjelaskan, bahwa usai monitoring, fokusnya pada finishing RLH, sebelum serah terima kepada pihak penerima manfaat.
“Selain di Kecamatan Gayam, hari ini kita juga monitoring di Kecamatan Ngasem,” pungkasnya.(fin)