Proyek Kilang Tuban, DPRD Harap Pertamina Utamakan Naker Lokal

23905

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Tuban – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban berharap agar pengelola Kilang Minyak Jenu, di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Pertamina mengutamakan keterlibatan tenaga kerja (Naker) lokal dalam pengerjaan Proyek Strategis Nasional (PSN) secara maksimal.

“Pertamina perlu memaksimalkan pelibatan naker lokal Tuban dalam proyek kilang baru atau Gross Root Refinery (GRR) Tuban,” kata Ketua DPRD Tuban, H.M. Miyadi, kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (03/12/2021).

Disinggung mengenai potensi timbulnya gejolak sosial di masyarakat terkait proyek kilang baru Tuban. H.M Miyadi mengatakan, gejolak sosial merupakan hal yang tidak bisa dihindari.

“Kalau harapan jangan ada, tapi karena ini pengerjaan proyek besar tentu gejolak sosial tak bisa dihindari. Sekecil apapun bentuknya musti ada,” ujarnya.

Ketika Pertamina nanti sudah memulai membangun fisik GRR Tuban. Miyadi menganalisa, setidaknya ada tiga konten gejolak sosial yang musti terjadi. Yaitu, persoalan tenaga kerja, kemudian persoalan pendapatan masyarakat, dan perubahan sosial masyarakat di sekitar kilang minyak.

Untuk itu pihaknya meminta kepada Pertamina, agar mewaspadai potensi terjadinya tiga hal gejolak sosial tersebut. Dengan melakukan penataan pelan-pelan sebagai antisipasi efek gejolak sosial. Supaya apabila terjadi efek dari gejolak sosial tidak langsung meledak hingga tak terkendali.

Baca Juga :   Cendana Ditunda, Produksi Gas Cepu Tak Berubah

“Kita sudah memberikan warning kepada Pertamina seperti itu. Tetapi harap diingat, kilang ini adalah PSN. Sayangnya, kita yang di daerah ini hanya dilewati dan ditempati. Kalau ada persoalan, misal tentang pembebasan lahan, kita yang babak belur,” tandasnya.

Oleh sebab itu, DPRD Tuban berharap agar dalam pelaksanaan proyek kilang minyak tersebut Pertamina benar-benar mengutamakan naker lokal. Dan terutama, jika GRR berdiri ada efek kesejahteraan bagi masyarakat Tuban. Mengingat kemiskinan Tuban masih berada di posisi kelima dari bawah di Jawa Timur berdasar data BPS.

“Padahal banyak perusahaan besar ada di Tuban. Paling tidak, Corporate Social Responsibily (CSR)-nya betul-betul dikeluarkan untuk kepentingan masyarakat dalam rangka mengurangi angka kemiskinan di Tuban,” pungkasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *