SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Portal yang dipasang di jalan Desa Kepohkidul menuju Desa Babad, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Kepohkidul, akhirnya dibongkar, Selasa (07/12/2021).
Pembongkaran portal tersebut menyusul hasil mediasi antara Kepala Desa (Kades) Kepoh Kidul dengan Kepala Desa Babad, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Kedungadem yang dihadiri oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Lasuri membuahkan kesepakatan sesuai tuntutan Kades Kepohkidul.
“Portal pembatas akses kendaraan berat sudah saya perintahkan untuk dibongkar. Setelah tadi ada mediasi bersama Forkopimca Kedungadem, dicapai kesepakatan,” kata Kades Samudi kepada SuaraBanyuurip.com.
Dijelaskan, kesepakatan yang dicapai ada dua, yaitu perihal jaminan didapatnya Bantuan Keuangan Desa (BKD) untuk Desa Kepohkidul. Dan adanya kesepakatan dari Pemdes Babad untuk membantu perbaikan dengan mengurug pedel untuk jalan desa Kepohkidul, lantaran dilewati kendaran berat dan pengangkut material bertonase berat.
“Supaya mendapat BKD, Kepohkidul akan diperjuangkan oleh DPRD Bojonegoro, tadi diwakili oleh Pak Lasuri. Kades Babad juga sepakat membantu mengurug pedel,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri membenarkan, bahwa telah terjadi kesepakatan dalam mediasi yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Kedungadem.
“Jadi, apapun itu, karena Desa Kepokidul dan Babad ini kan berdekatan. Jalan yang sudah diportal satu minggu ini kan mengganggu pengerjaan pembangunan di Desa Babad. Maka saya meminta kepada Pak Camat Kedungadem agar memediasi Kades Kepohkidul dan Kades Babad,” terang anggota komisi yang membidangi ekonomi dan keuangan.
Lasuri juga meminta agar sejak awal pihak Pemdes Kepohkidul ber-khuznuzon atau berprasangka baik perihal BKD. Bahwa setelah BKD yang diperuntukan perbaikan jalan Desa Babad ini selesai, akan tiba giliran bagi Desa Kepohkidul untuk mendapat BKD.
“Karena kalau perbaikan jalan dikerjaan bersamaan tentu tidak bisa. Karena akses jalan ke Desa Babad ini satu-satunya ya melewati Desa Kepohkidul,” tandasnya.
Disinggung mengenai langkah DPRD untuk membantu Desa Kepohkidul mendapat BKD. Lasuri berupaya memperjuangkan BKD untuk Kepohkidul melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-ABPD) 2022. Apabila ternyata Desa Kepohkidul belum termasuk desa yang proposalnya disetujui di APBD Induk 2022.
“Saya belum tahu, apakah Kepohkidul ini masuk di APBD Induk apa belum. Kalau misalnya belum, kami akan perjuangan di P-APBD 2022 yang akan datang,” ucapnya.
Ditambahkan, agar setelah portal dibongkar, baik kepada masyarakat Desa Kepohkidul dan Desa Babad, untuk saling mendukung. Bersinergi demi tercapainya pembangunan yang merata di Bojonegoro.
“Kami berharap tidak ada lagi pembatasan akses untuk kendaraan berat. Karena Insya Allah jalan yang rusak di Kepohkidul menuju Desa Babad dilewati kendaraan berat telah disepakati dibantu. Ya meskipun diurug menggunakan pedel,” pungkasnya.(fin)