SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Dalam rangka meningkatkan rasa toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar acara seminar di Griya MCM dan Resto, Jalan Pemuda Bojonegoro, Kamis (09/12/2021).
Kegiatan tersebut mengundang nara sumber Ridwan bin Hambali dari Universitas Nahdhatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro, M. Muhlisin Mufa dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bojonegoro, dan dipandu oleh moderator Haryono dari LSM Gemuruh.
Serta diikuti oleh peserta sebanyak 60-an orang dari berbagai lembaga. Antara lain Wanita Katolik, Klenteng Hok slSwie Bio, Wanita Kristen, LDII, FKUB, MUI, DMI, Shidiqqiyah, Ponpes Atttanwir, Azzaniyah. Ponpes Alfitimah, Al falah, Attohiriyah, Ponpes Adnan Al Charis, Al Rosyid dan banyak lagi yang lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol Mahmudi mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan di Hotel Bonero sebelumnya pada Selasa (23/11/2021) lalu.
“Dengan kali ini mengangkat tema Harmonisasi Sosial dalam Kehidupan Beragama Menuju Bojonegoro Produktif dan Energik,” ujarnya.
Sedangkan Kasubbag TU Kemenag Bojonegoro, Muhlisin Mufa, memaparkan tentang prinsip moderasi beragama, yang harus adil dan berimbang. Serta menjaga empat pilar kebangsaan. Yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
“Tidak ada agama yang mengajarkan kita untuk bertindak melampaui batas. Moderasi memahami sekaligus mengamalkan agama yang adil dan seimbang, agar terhindar dari perilaki ekstrim saat mengimplementasikannya,” tegasnya.
Sementara itu, Ridwan bin Hambali dari Unugiri memaparkan perihal peran para ulama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Yang mana ulama semestinya menjadi waris para nabi. Ulama diharapkan bisa meneladani tingkah laku, akhlak nabi.
Khusus ulama yang ada di Indonesia, kata Ridwan, mempunyai kekhasan adab ketimuran yang luhur. Nilai-nilai kearifan lokal yang sangat mulia dan toleran. Dicontohkan, tentang bagaimana para santri memuliakan para ulama dalam bersalaman dengan mencium tangan.
“Peran ulama sangat penting dalam membangun harmonisasi sosial kehidupan beragama,” tandasnya.(fin)