9 Perusahaan Habis Kontrak, 1.510 Naker Proyek Gas JTB Kehilangan Pekerjaan

Naker proyek gas JTB

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Sebanyak 1.510 tenaga kerja (naker) di proyek gas Jambaran Tiung Biru (JTB) telah kehilangan pekerjaan. Hal itu, karena sembilan perusahaan di proyek JTB telah habis kontrak kerjanya.

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro Slamet mengatakan, pengurangan jumlah naker terjadi semenjak Juni hingga saat ini.

“Namun, tidak terjadi secara bersamaan karena setiap perusahaan masa kontraknya berbeda-beda,” katanya, Rabu (15/12/2021).

Dia mengatakan, sebanyak 7.054 naker pada Maret berkurang menjadi 5.544 naker per September 2021 lalu. Karena, masa kontrak perusahaan habis, sehingga 1.510 naker kehilangan pekerjaan.

Sementara, lanjut dia, rinciannya per September 2021 lalu untuk naker skill ada 2.968 orang, semi skill 1.137 orang, dan un skill ada 1.439 orang. Sehingga, ada 5.544 naker yakni dari total naker lokal dan non lokal.

“Tapi, data tersebut selalu dinamis karena biasanya jika masa kontrak perusahaan di proyek JTB habis para naker pindah ke perusahaan lain,” kata Slamet.

Baca Juga :   Kelola PI Blok Cepu, BPH Setor Rp 63 Miliar ke Pemkab Blora

Hingga kini, sembilan perusahaan di proyek JTB telah kehabisan kontrak kerja. Sebab, proyek gas JTB yang dikendalikan PT Pertamina EP Cepu ini setiap bulan mengurangi jumlah tenaga kerja.

“Sebelumnya ada 36 perusahaan yang aktif di proyek gas JTB. Kini, masih 27 perusahaan yang masih ada kontrak kerja,” katanya.

Sementara itu, Rafiudin Fatoni Kasi Hubungan Industrial Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro mengatakan, Proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, diperkirakan Maret 2022 mendatang bakal selesai.

“Ya, kontrak proyek JTB diperkirakan berakhir pada Maret 2022 mendatang. Karena saat ini sudah terjadi pengurangan tenaga kerja dan perusahaan,” jelasnya.

Namun, untuk mengantisipasi hal tersebut Disperinaker telah bekerja sama PT Tupai Adiamas Indonesia untuk mengurangi pengangguran. Yakni perusahaan industri garmen yang berada di Kabupaten Boyolali dan membuka 600 lowongan.

“PT Tupai Adiamas Indonesia ini, merupakan bentuk antisipasi Disperinaker untuk antisipasi pengangguran. Juga, untuk memfasilitasi dan menawarkan kepada naker yang terdampak pengurangan,” tambahnya.(jk)

Baca Juga :   Kapolres Tegaskan Tak Ada Penimbunan BBM

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *