SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Dalam rangka menyambut Hari Besar Keagaman dan Nasional (HBKN) Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), bekerja sama dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Jatim mengadakan pasar meriah di halaman kantor setempat.
Kepala Bakorwil II Bojonegoro, Agung Subagiyo mengatakan, pasar meriah itu digelar selama dua hari, yaitu mulai hari ini Jum’at (17/12/2021) sampai dengan Sabtu (18/12/2021) besok. Mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai.
“Kebetulan Bakorwil punya lahan untuk mengadakan kegiatan pasar meriah, dengan harga-harga yang cukup signifikan selisihnya dengan harga terkini,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, di sela-sela kegiatan, Jum’at (17/12/2021).
Di tempat yang sama, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Provinsi Jatim, M. Hamid Pelu selaku inisiator kegiatan menyampaikan, ada pembatasan jumlah pembelian untuk dua komoditi. Yaitu pada minyak goreng dan gula pasir.
“Karena pembelinya cukup banyak, dibatasi maksimal 2 liter minyak goreng, dan 2 kilogram gula pasir. Harga minyak goreng terpaut jauh dengan harga di luar, yaitu Rp14.000, selisih Rp3.000 dengan di luar yang mencapai Rp17.000. Sedang gula pasir kita jual seharga Rp10.000,” ujarnya.
Pembatasan pembelian untuk dua komoditi itu, bertujuan agar tidak terjadi penumpukan barang yang bisa dijual kembali. Karena pasar meriah diadakan diniatkan untuk meringankan beban masyarakat.
Cara mendapatkannya dengan mencatat Nomor Induk Kependudukan (NIK) pembeli menggunakan aplikasi google player, sehingga tidak bisa terjadi pembelian berulang kali.
“Untuk komoditi minyak goreng kita sediakan stok 1.200 liter dalam kemasan per liter. Gula pasir stoknya 1 ton, atau 1.000 bungkus,” terangnya.
“Kegiatan ini diikuti 25 IKM, dengan tiga komiditi unggulan, yaitu telur seharga Rp21.500, gula pasir dan minyak goreng yang harganya sudah kita sampaikan tadi,” imbuhnya.
Sementara itu, Abas, warga Kelurahan Klangon mengaku, sangat senang dan terbantu dengan adanya gelar pasar meriah. Karena beberapa komoditi harganya relatif lebih rendah dari harga pada komoditi yang sama di luar sana.
“Tentu saya sangat mendukung pemerintah provinsi hadir disaat harga sembako melambung menjelang nataru,” pungkasnya.(fin)