SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Sebuah pesan yang diteruskan ke berbagai grup Whatsapp berisi tudingan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, perihal pengerjaan proyek jalan rigid beton yang dianggap asal asalan, sedang ramai menjadi perbincangan, Sabtu (18/12/2021).
Pesan tersebut berbunyi : “Assalamualaikum pak.menyampaikan keluhan semoga sampean bs menjembatani ke penguasa. Pas Saya lewat dan lihat lihat di desa sumbertlaseh dander ada pembangunan cor jalan, yg kalo gak salah info anggarannya 6,3 m. Tapi caranya ngerjakno kok asal asalan. Besi gak di tali dg benar,besi stros tdk dikaitkan dg benar, jadi wong awam wae mesti do ngarani nek kui dadi ora ono fungsine. Rabat beton baru umur sehari sdh di liwati molen besar walhasil yo rabate ajur gak enek gunane.
Cilakane maneh, warga ora dewenehi dalan kanggo liwat. Ngesakno pak. Tolong njenengan. Kl mau mantau nanti siang jam duaan akan lanjutkan cor sAmpean lihat biar tahu kondisinya. Kasihan orang disana pak. Dan eman dwit semono akehe digarap sakenake.
Yo bener skrg akhir tahun garapan kudu cepat selese tapi kan ndak gitu juga…”
Dikonfirmasi perihal isi pesan itu, Kepala Desa Sumbertlaseh, Nurali mengatakan, bahwa Jalan Poros Desa Sumbertlaseh lebarnya hanya 4 meter. Sehingga Tim Pelaksana tidak memungkinkan untuk mengerjakan separo badan jalan. Namun, untuk akses roda dua atau sepeda pihaknya mengaku sudah memberikan teguran kepada Timlak untuk memberikan akses tersebut.
“Sebetulnya tidak ada penutupan jalan, tetapi memang pengerjaan cor tidak mungkin separuh badan, karena lebarnya cuma 4 meter, bisanya dikerjakan sekaligus. Dan ini sudah melalui Musyawarah Desa. Jadi mobil memang tidak bisa lewat, tapi masih banyak jalan alternatif tembusan,” kata Kades Nurali kepada suarabanyuurip.com.
Ditambahkan, proyek jalan cor sepanjang 3.335 meter tersebut menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro senilai Rp6,7 miliar yang diperoleh melalui Bantuan Keuangan Khusus atau BKD.Â
“Untuk teknis pembesian dan pengecoran, silakan tanya langsung ke Timlak ya Mas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana proyek jalan rigid beton Desa Sumbertlaseh, H. Muji membantah pekerjaan dikerjakan asal-asalan. Menurutnya, pembesian sudah dilakukan dengan benar. Tetapi ia mengakui memang tidak tersedia cukup akses untuk kelancaran lalu lintas kendaraan roda empat.
“Proyek jalan ini panjangnya 3.335, lebar 4 meter, ketebalan 0,15 Cm. Lebarnya ini tidak bisa dikerjakan separuh badan. Harus dikerjakan sekaligus,” terangnya.
Dijelaskan, terkair rabat yang disebut rusak dilewati molen, Muji membenarkan hal itu. Karena dengan lebar hanya 4 meter, terpaksa harus seperti itu. Tetapi, pihaknya menjamin membereskan persoalan tersebut. Karena masih dalam proses pengerjaan, dan dipastikan dirapikan kembali.
“Kami siap diuji kok Mas, monggo mari dilihat di lokasi,” ucapnya mengajak.(fin)