SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) disebut memiliki perang penting dalam merekatkan persatuan dan mewujudkan keutuhan bangsa. Hal tersebut terungkap dalam seminar yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di salah satu hotel setempat, Kamis (23/12/2021).
Seminar diikuti oleh sekira 60 peserta dari berbagai suku dan lintas agama. Menghadirkan nara sumber dari FKP Provinsi Jawa Timur, Ketua BAMAG (Badan Musyawarah Agama) yang membawahi gereja, dan seorang motivator dari Kampung Tumo Bojonegoro, Priyo Martono.
Ketua FPK Provinsi Jawa Timur, H.M. Yousri Nur Raja Agam, yang didaulat menjadi nara sumber seminar mengatakan, bahwa FPK dibentuk oleh Pemerintah berdasar Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 34 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah, tanggal 1 Nopember 2006.
“Keberadaan FPK berbeda dengan Organisasi Masyarakat (Ormas). Karena FPK dibentuk oleh Pemerintah sesuai Permendagri, bukan dibentuk oleh masyarakat. FPK memiliki peran penting dalam merekatkan persatuan dan mewujudkan keutuhan bangsa,” katanya.
Menurutnya, melalui FPK di Bojonegoro, diharapkan mampu menjadi motivator, memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya kerukukan dan pembauran. Karena itu FPK harus berada di depan untuk menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan disharmonisasi dalam kehidupan beragama, bernegara dan bermasyarakat.
“Dengan penuh kesadaran, di tangan kitalah tanggung jawab untuk mengantisipasi berbagai masalah sosial yang terjadi di sekitar kita,” tegas Yousri.
Yousri menandaskan, guna mengantisipasi masalah sosial, pada intinya adalah penekanan pada kesadaran, bahwa warga negara yang hidup di Indonesia hidup dalam kebhinekaan.
“Justru dalam keberagaman suku, etnis dan ras itu, semuanya bersatu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI. Selanjutnya, kebhinekaan itu dirajut dengan saling menghargai dan toleransi,” jelasnya.
“Bagi para pendatang, perantau di Bojonegoro ini, mari kita jaga semangat, di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung,” pungkas Yousri.(fin)