SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – SKK Migas berupaya melakukan perbaikan perizinan untuk mempermudah perusahaan asing berinvestasi di Indonesia. Hal itu menanggapi banyaknya perusahaan raksasa migas yang hengkang dari Indonesia.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, banyak pengusaha global keluar atau perusahaan migas yang hengkang dari tanah air. Akan tetapi, banyak juga raksasa migas baru yang agresif di Indonesia.
“Banyak juga pemain-pemain baru yang masuk di Indonesia seperti ENI, Mubadala, PetroChina, dan Petronas. Masih banyak perusahaan-perusahaan migas besar seperti Exxon masih stay yang cukup agresif dengan investasi barunya,” kata Dwi Soetjipto.
Dia mengatakan, hal ini juga dibuktikan pada pertemuan di Amerika dan Eropa beberapa waktu lalu, Kementerian ESDM bertemu dengan banyak pemain internasional. Banyak dari mereka yang menyatakan minatnya berinvestasi di Indonesia.
“Sebab, kompetisi antar negara merupakan suatu yang tak dapat dihindarkan,” katanya sebagaimana dikutip di SKK Migas TV.
Karena itu, lanjut dia, pemerintah secara agresif terus melakukan perbaikan seperti perizinan satu pintu di pemerintahan sampai dengan perbaikan fiskal.
“Di sisi fiskal, pemerintah mulai fleksibel menerapkan cost recovery dan gross split serta bagian untuk negara dilihat dari nilai keekonomian masing-masing sumur,” tambahnya.(jk)