TPPI Tuntaskan Final Investment Decision ISBL Proyek Revamping

24128

SuaraBanyuurip.com -  d suko nugroho

Tuban – PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) melanjutkan EPC ISBL Proyek Revamping Aromatik di wilayah Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Proyek ini untuk meningkatkan kapasitas produksi Paraxylene dari 600 ribu menjadi 780 ribu ton setiap tahunnya dan juga meningkatkan kapasitas Platforming dari 50 KBD menjadi 55 KBD.

Sebelumnya PT TPPI telah sukses menyelesaikan pembangunan 5 tangki yang diresmikan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, pada tanggal 20 Desember 2021. Sebagai tindak lanjut, TPPI telah menuntaskan Final Investment Decision (FID) pada tanggal 28 Desember 2021.

ISBL Proyek Revamping Aromatik itu sendiri akan mencakup modifikasi pada Heater, Unit CCR dan Tray Kolom Distalasi, serta penggantian Adsorbent Unit Parex dengan tipe baru dan penggantian Katalis Unit Isomar dan Tatoray.

“Proyek Revamping Aromatik yang akan memakan total biaya USD 200 juta untuk keseluruhan OSBL dan ISBL ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang berpotensi untuk dapat menghemat Current Account Deficit (CAD) hingga 410 juta USD / tahun,” jelas Direktur Utama PT Kilang  Pertamina Internasional, Djoko Priyono dalam keterangan tertulisny.  

Baca Juga :   Semester Pertama Lifting Migas Capai 96 Persen

Sehingga mulai tahun 2023, TPPI dapat menutupi kekurangan pasokan produk Aromatik dalam negeri yang selama ini didominasi oleh produk impor. Hal ini tentunya sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang mencanangkan pengembangkan TPPI sebagai bagian dari industri petrokimia terintegrasi. Dan TPPI dibawah naungan PT Pertamina (Persero) melalui PT Kilang Pertamina Internasional, terus bergerak untuk merespon arahan Presiden tersebut.

Proyek ini juga dipicu atas tingginya permintaan produk petrokimia dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, dimana produk petrokimia diproyeksikan meningkat sebesar 5 persen tiap tahunnya.

Permintaan petrokimia seperti polypropylene (PP), polyethylene (PE), dan paraxylene (PX) serta benzene (Bz) akan meningkat hingga 7,6 juta ton per tahun, sedangkan kapasitas produksi petrokimia saat ini hanya mencapai 1,6 juta ton per tahun.

Proyek Revamping Aromatik ini akan lebih mengokohkan peran TPPI sebagai produsen produk Aromatik terbesar di Indonesia, dan juga sebagai salah satu langkah mewujudkan visi sebagai Perusahaan Petrokimia dan Energi Kelas Dunia.(suko)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *