TPPI Tandatangani Goods Supply Agreement dengan Honeywell UOP

24141

SuaraBanyuurip.com -  d suko nugroho

Jakarta  – PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) telah menandatangani Goods Supply Agreement dengan Honeywell UOP (UOP) sebagai licensor, pada tanggal 31 Desember 2021. Penandatangan ini sebagai tahapan untuk memulai pengerjaan ISBL Proyek Revamping Aromatik. Sebelumnya Basic Engineering Design (BEDP)/ Schedule A yang juga dikerjakan oleh UOP telah rampung pada September 2020.

Dalam Goods Supply Agreement tersebut, UOP berkomitmen untuk memasok Proprietary Catalyst dan Proprietary Equipment. Diantaranya terdiri dari CatMax, Adsorbent Chamber Internals, Adsorbent Chamber Control System, Trays, Heat Exchangers, dan lain-lain. Semua itu akan menunjang penyelesaian ISBL Proyek Revamping Aromatik yang akan mencakup modifikasi pada Heater, Unit CCR dan Retray Kolom Distalasi, serta penggantian Adsorbent Unit Parex dengan tipe baru dan penggantian seluruh Katalis dengan yang terkini.

Pencapaian milestone penting ini merupakan hasil dari diskusi intensif yang telah dilakukan sebelumnya serta negosiasi final pada tanggal 28 – 29 Desember 2021, dan akhirnya dicapai  kesepakatan setelah UOP mengirimkan penawaran final pada tanggal 30 Desember 2021.

Baca Juga :   Karang Taruna Bandungrejo Bidik Dua Usaha di Proyek Gas JTB

Erwin Widiarta, Pjs. Presiden Direktur TPPI, mengungkapkan, dengan pencapaian milestone ini, Tim Project TPPI bersama dengan UOP dapat langsung tancap gas untuk segera mengeksekusi ISBL Proyek  Revamping Aromatik. Sehingga paska selesainya ISBL Proyek Revamping Aromatik, TPPI dapat meningkatkan kapasitas produksi Paraxylene dari 600 ribu menjadi 780 ribu ton setiap tahunnya.

Bambang Adji, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis TPPI yang sekaligus Pimpinan Proyek ini, menambahkan dengan kesuksesan penyelesaian OSBL, pihaknya optimis dapat menyelesaikan ISBL Proyek Revamping Aromatik ini dengan tepat waktu.

“Hal ini tentunya dengan komitmen dan kerja cerdas dari tim yang solid, serta dukungan dari seluruh pihak terkait,” tegas Bambang dalam keterangan tertulisnya.

Ardhy N. Mokobombang, Presiden Komisaris TPPI mengungkapkan Dewan Komisaris bersama Direksi berkomitmen untuk mengawal ISBL Proyek Revamping Aromatik ini dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, aspek safety serta sesuai dengan prosedur dan tata kelola perusahaan yang baik dan benar.

“Sehingga penyelesaian proyek ini dapat sesuai dengan target waktu dan anggaran yang ditetapkan, serta tentunya sesuai specification,” pungkssnya.(suko)

Baca Juga :   Bupati Anna Diminta Alihkan Pajak Blok Cepu ke Daerah


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *