PPSDM Migas Latih K3 ASN Kementerian ESDM

24401

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Blora – Pentingnya Ketahui K3 Perkantoran untuk Cegah Potensi Bahaya di Lingkungan Kerja Pengetahuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mutlak diperlukan di berbagai sektor baik industri yang mempunyai resiko kerja tinggi maupun untuk pekerja yang bekerja di dalam ruangan.

Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) menggelar pelatihan K3 Perkantoran untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yang dimulai pada Selasa (02/02/22).

Wahyudi Trisnanto, pemimpin pelatihan ini menjelaskan bahwa selama tiga hari peserta yang berasal dari berbagaia satuan kerja di Kementerian ESDM diharapkan mampu menguasai tentang K3 sehingga dapat mencegah terjadinya kecelakaan di lingkungan kerja.

“Peserta mampu menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja perkantoran di tempat kerja. Materi di pelatihan ini adalah General Office Safety, Penggunaan Bahan Kimia Hazcom, Ergonomik, Electrical Safety, Emergency Response/Evacuation, Kimia Api, House Keeping, dan APAR,” ungkapnya.

“Dalam kimia api kami menjelaskan tentang teori segitiga api yaitu untuk menjadikan api itu muncul, diperlukan tiga unsur atau elemen yang harus muncul dalam perbandingan yang optimum. Tiga hal tersebut adalah bahan bakar, oksigen, dan panas,” lanjut Wahyudi.

Baca Juga :   RTH Gas Cepu Disesuaikan Luas Wilayah

Pengajar lainnya, M. Hasyim Pribadi menjelaskan tentang betapa berbahayanya sengatan listrik jika terjadi ketika berada di lingkungan kerja. Pada pelatihan ini materi yang diberikan secara mendetail adalah kategori sengatan listrik yang mempunyai perbedaan level dan aksi tubuh.

“Yang paling berbahaya akibat dari sengatan listrik adalah jantung karena jantung sebagai oragan tubuh yang paling rentan terhadap pengaruh aliran arus listrik dan ada empat Batasan jika kita tersengat listrik. Daerah 1, jantung tidak terpengaruh sama sekali bahkan dalam jangka waktu yang lama. Daerah ke-2 tidak berbahaya, daerah ke-3, berbahaya bagi jantung dan daerah ke-4 bisa berakibat fatal terkena serangan jantung,” paparnya.

Ditambahkan, materi-materi tersebut sangat diperlukan untuk menambah pemahaman tentang potensi bahaya yang mungkin muncul dan bisa menyebabkan bahaya tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga adanya potential loss bagi perusahaan.(adv/suko)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *