Kickboxing Cabor Baru di Bojonegoro Sarat Prestasi

24435

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Cabang Olahraga (Cabor) Kickboxing terbilang masih baru di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kendati, olahraga ini sudah sarat dengan prestasi baik di kancah regional maupun nasional.

Pelatih Kickboxing dari Bojonegoro Fighting Camp (BFC), Tri Dipta Indra Kumala menuturkan, bahwa pada Bulan Januari 2022 kemarin anak didiknya telah mengikuti kejuaraan kickboxing tingkat nasional di Surabaya.

Dalam kejuaraan All Tatami Championship yang dihelat di gedung Widya Kartika, Dukuh Kupang, Surabaya Timur itu, kata Indra, ia menerjunkan tiga atlet kicboxing. Dengan hasil mendapat dua medali perak.

“Dua medali perak kami dapat dari atlet kelas Junior Light Contact. Sedangkan satu atlet yang mengikuti kelas Senior Creative Form Open Hand mendapat posisi harapan satu atau nilai terbaik ke empat,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (07/02/2022).

Disebutkan, dua medali perak pertandingan kickboxing kelas Junior Light Contact itu diraih M. Iqbal Ridhi Fadli, pelajar asal SMKN Sumberejo dan M. Alfitikhan Restu Hadi Wijaya, pelajar kelas 1 SMKN Ngraho. Sendangkan atlet Bojonegoro peraih juara harapan ialah Yuris Setiadin, mahasiswa Universitas Brawijaya Malang.

Baca Juga :   Persibo Bojonegoro Siap Curi Poin dari Deltras FC Sidoarjo

“Tatami memang kejuaraan untuk tingkat pemula. Dimana hanya menggunakan teknik sederhana menendang dan memukul saja,” tutur pria yang karib disapa Indra.

Kejuaraan Tatami sebetulnya bukan bidang Indra, ia mengaku secara teknik ia dipercaya menjadi pelatih untuk ketegori ring sport. Dimana atlet kickboxing berlaga di atas ring. Berbeda dengan kejuaraan tatami yang berada di gelanggang terbuka.

“Atlet kami persiapannya sekitar tiga bulan. Daya tahan sih bagus ya, hanya kekurangannya ada di pengalaman bertanding. Masih perlu banyak tanding sparring,” ungkapnya.

Sebagai Cabor yang relatif baru di Bojonegoro, bagi Indra mempersiapkan kejuaraan dan segala sesuatunya secara mandiri termasuk biaya, adalah hal yang lumrah. Dalam catatannya, kickboxing mulai aktif di camp BFC sejak 10 September 2021.

“Harapan kami, bisa lebih banyak camp yang terbentuk. Tidak hanya di seputar kota. Atau latihan di Gym Gladiator saja. Tetapi di Malo, Ngraho, Dander, bisa lebih banyak yang mengenal kickboxing,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Ketua Kickboxing Indonesia (KBI) Bojonegoro, Yuliatno mengatakan, kepengurusan KBI Bojonegoro telah dimasukkan ke KONI. Tetapi karena KONI Bojonegoro baru saja mengesahkan kepengurusan cabor baru, maka pengurus KBI Bojonegoro belum dapat disahkan pada tahun ini.

Baca Juga :   Jelang Porprov VI, KONI Seleksi 295 Atlet

“Status kami di KONI saat ini masih sebagai anggota tunggu, nanti pada tahun berikutnya Insya Allah disahkan,” terang Yuliatno.

Yuli berharap, olahraga kickboxing makin diminati dan dapat diterima khalayak luas. Lantaran meski baru berdiri cabor ini dinilai sudah sarat prestasi. Sebelum kejuaraan kikcboxing tatami, cabor ini sudah mampu berbicara tingkat nasional dengan raihan medali perak di kategori ring sport.

“Awalnya kepengurusan ini terbentuk karena kebutuhan untuk kejuaraan. Meski begitu, mudah-mudahan kedepan makin berkembang di Bojonegoro,” pungkasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *