Persiapan Porprov, ASKAB PSSI Bojonegoro Kesulitan Cari Lapangan untuk Latihan

24440

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro – Menjelang Kongres, ASKAB PSSI Bojonegoro masih fokus menjalankan program kerja salah satunya persiapan Pra Porprov Jawa Timur. ASKAB PSSI Bojonegoro berusaha keras menyiapkan tim sepakbola dan futsal meski kesulitan mencari lapangan latihan yang representatif.

Wakil Ketua ASKAB PSSI Bojonegoro, Ali Mahmud mengatakan, menjelang kongres Maret mendatang ASKAB PSSI saat ini masih fokus pada persiapan Pra Porprov Jatim. Di antaranya mempersiapkan tim sepakbola putra, sepakbola putri, futsal dan persiapan Piala Pertiwi untuk sepakbola putri.

“Mereka terus latihan tanpa henti. Pemain dan pelatih tidak boleh terganggu sedikitpun dengan situasi ini. Sebab, kongres hanyalah hajatan lima tahunan yang tidak boleh mengganggu pembinaan sepakbola jangka panjang,” kata Ali Mahmud.

Namun, dia melanjutkan, ASKAB PSSI Bojonegoro berusaha keras menyiapkan tim sepakbola dan futsal meski kesulitan mencari lapangan latihan yang representatif. Sehingga saat tim dan para pemain saat latihan harus berpindah-pindah ke beberapa lapangan desa.

Dia mengatakan, pengurus ASKAB PSSI Bojonegoro sudah menyampaikan kondisi ini kepada KONI dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro. Namun, hingga kini belum ada jawaban dari lembaga tersebut.

Baca Juga :   Pesilat Cilik Asal Desa Ring 1 Migas Kolibri Juara O2SN Bojonegoro

“Porprov ini mewakili Kabupaten Bojonegoro. Kami berharap dibantu, karena jika mendapat prestasi tentu kabupaten juga ikut bangga. Kalau anggaran kami pahamlah karena masih awal tahun,” tegas alumni Pasca Sarjana Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Sementara ini, latihan tim sepakbola masih dilakukan di lapangan Desa Talok, Kecamatan Kalitidu bahkan kadang pindah di desa lainnya. Idealnya latihan, lanjut dia, diselenggarakan di tengah kota misalnya di stadion yang dimiliki Pemkab Bojonegoro yang bisa dijangkau pemain dari beberapa wilayah.

“Kalau latihan di Purwosari atau Gayam, kasihan pemain yang dari Kedungadem dan Baureno. Terlalu jauh, belum latihan sudah lelah duluan. Sehingga materi yang diterima kurang maksimal. Keselamatan harus menjadi prioritas kita semua,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *