SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Badan usaha milik desa (BUMDes) Cengungklung, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur melakukan studi tiru ke BUMDes Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Studi tiru itu untuk mengembangkan Desa Cengungklung menjadi desa wisata.
Ketua BUMDes Cengungklung Lenny Suliyana, mengatakan kegiatan studi tiru ke Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah ini karena BUMDes Cengungklung fokus mengembangkan desa wisata. Karena itu dengan adanya studi tiru diharapkan Pemdes Cengungklung bisa meniru kesuksesan Desa Ponggok.
“Dan di sana sangat menginspirasi selain BUMDesnya yang maju ternyata semua kalangan sangat mendukung untuk memajukan Desa Ponggok,” katanya, Selasa (15/3/2022).
Dia mengatakan, sesuai visi misi BUMDes dan pemerintah desa mempunyai mimpi dan harapan kedepan untuk mengembangkan Desa Cengungklung menjadi desa wisata. Yakni di bidang agrowisata dengan menanam buah kelengkeng.
“BUMDes Cengungklung sendiri saat ini mengelola bidang usaha di sektor agrowisata kelengkeng. Yang saat ini masih perlu pendampingan khusus untuk pengembangannya,” kata Lenny sapaan akrabnya.
Lenny menjelaskan, bidang usaha sektor agrowisata kelengkeng ini sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, terutama bagi perekonomian. Namun, karena perkembangan kelengkeng sangat lama BUMDes melakukan sistem tanam tumpngsari dengan menanami pohon kelapa.
“Jadi kami tanami juga pohon pepaya California yang alhamdulillah memberikan pemasukan untuk BUMDes. Karena selain hasil panen dibeli warga sekitar juga bekerjasama dengan pengusaha catering. Dan hasilnya lumayan untuk kami pergunakan lagi untuk perawatannya,” katanya.
Panen pepaya California sudah bisa dinikmati banyak orang juga. Hasil panen melimpah pembeli bisa langsung petik sendiri di kebun.
“Dan harga kami pun sangat standar di banding di toko buah,” katanya.
Dia berharap, dengan mengembangkan desa wisata khususnya di bidang agrowisata bisa membuat Desa Cengungklung lebih maju dan dikenal masyarakat luas. Juga, mampu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
“Juga kami masih perlu banyak belajar lagi dengan orang_orang yang lebih mumpuni dan berkeahlian di bidang agrowisata. Juga BUMDes masih membutuhkan pendampingan dari segala sektor,” tambahnya.(jk)