SuaraBanyuurip.com – Pembangunan Jalan lingkar selatan (JLS) Bojonegoro, Jawa Timur, rencananya melintasi lima kecamatan. Panjang jalan yang akan dibangun mencapai 18 kilometer (Km), dengan dua jalur dan empat lajur.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro, Chusaifi Ivan menjelaskan, pembangunan jalan lingkar selatan rencananya melewati sejumlah desa di Kecamatan Balen, Kapas, Sukosewu dan Dander.
“Selain menggunakan jalan yang sudah ada, sebagian besar membuat trase baru,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (7/4/2026).
Jalan lingkar selatan Bojonegoro diperkiraan memiliki panjang 18 Km. Jalan tersebut rencananya dibangun 2 jalur dan 4 lajur.
“JLS direncanakan terintegrasi dengan flyover untuk in out-nya,” tegasnya.
Hanya saja Ivan tak mengatakan secara detail titik lokasi jalan layang (flyover) yang akan dibangun sebagai pintu masuk dan keluar.
Ivan menyampaikan, tujuan pembangunan jalan lingkar selatan Bojonegoro, untuk mengurai kemacetan kendaraan di wilayah kota dan pengembangan wilayah.
“Juga untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Edi Susanto saat musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) menyampaikan, pembangunan jalan lingkar selatan telah masuk program priorotas rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) Bojonegoro tahun 2027. Feasibility study (studi kelayakan) dan desain pengembangan (desain development/DD) jalan lingkar telah diselesaikan Dinas PU Bina Marga Bojonegoro.
Desain pengembangan untuk mendapatkan gambar detail, spesifikasi material, dan estimasi konstruksi yang lebih akurat sebelum berlanjut ke tahap dokumen konstruksi.
“Kami targetkan di 2027 sudah ada kegiatan,” tegas Edi.
Proyek jalan lingkar selatan ini sebelumnya telah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Bojonegoro 2018-2023. Namun belum terealisasi, dan kemudian dimasukan lagi dalam RPJMD Bojonegoro 2025-2029.
Pembangunan jalan lingkar Bojonegoro rencana awalnya menggunakan jalur wilayah selatan yakni Ngujo, Kecamatan Kalitidu hingga Proliman, Kecamatan Kapas, sepanjang sekitar 37 kilo meter (Km).
Jalur tersebut menggunakan jalan Rajekwesi melewati sejumlah desa di beberapa kecamatan. Yakni Desa Ngujo Kecamatan Kalitidu, Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander; serta Desa Bangilan, Tapelan, Tanjungharjo, Kedaton (proliman), semuanya masuk Kecamatan Kapas.
Di Desa Ngujo dan Proliman nantinya dibangun jalan layang di atas rel kereta api sebagai pintu masuk dan keluar kendaraan besar dari arah barat dan timur.
Jalan lingkar selatan Bojonegoro awalnya direncanakan berbentuk ring road dengan dua jalur. Masing-masing selebar 8 meter dengan trotoar di kanan dan kiri jalan. Sehingga akan dilakukan pembebasan lahan di sepanjang jalur.
Data Dinas Perhubungan Bojonegoro tiga tahun lalu, tingkat rasio arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan perkotaan mencapai 0,9 lebih dengan kecepatan 20 kilo meter (KM) per jam dan rata-rata satu meter.
Peningkatan volume kendaraan disebabkan semua kendaraan besar baik dari arah Surabaya maupun Ngawi semuanya masuk wilayah kota Bojonegoro. Seperti Ahmad Yani, Gadjah Mada, Untung Suropati, Rajekwesi.(red)



