SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pengurus Komisariat (PK) PMII Cendekia Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar pelatihan kader dasar (PKD) VI di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hasyim Purwosari. Kaderisasi formal kedua ini bertujuan untuk mewujudkan kader intelektual yang berjiwa ulul albab.
Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Abdurrahman Arianto mengatakan, PKD ke VI ini mengambil tema “Uripe Kaderisasi Teko Urupe Kader PMII†untuk menyadarkan dan meningkatkan intelektual dalam berorganisasi.
“Sebab, PMII merupakan organisasi kaderisasi yang bergerak di tingkat kampus. Sehingga, bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi keilmuan,” katanya, Kamis (17/3/2022).
Dia mengatakan, di PMII upaya yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan untuk membina dan mengembangkan petensi dzikir, fikir dan amal sholeh setiap Insan pergerakan. Dan secara kategoris PMII mempunyai tiga bentuk pengkaderan yakni formal, non formal dan informal.
“Dan ini kader diharapkan mendapatkan bekal yang dibutuhkah dalam meneruskan lagkah pergerakan para kader terdahulu,” katanya.
Karena itu, PKD yang digelqr PK PMII Cendekia Bojonegoro yang ini ingin ikut andil dalam mewujudkan kader intelektual yang berjiwa ulul albab, menjadi kader mujahid, kader militan. Juga, memiliki komitmen terhadap nilai-nilai pergerakan dalam PKD ini.
Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Bojonegoro, Herri Siswanto mengatakan, mahasiswa merupakan seorang pelajar yang menimbah ilmu di perguruan tinggi yang harus memiliki nilai lebih dari pada siswa. Sebab, kata maha itu menunjukkan strata sosial yang lebih mulia dan luas akan pengetahuannya dibandingkan siswa.Â
“Yakni, untuk menyikapi dan menyuarakan aspirasinya mahasiswa memerlukan wadah di organisasi terutama di PMII,” katanya.(jk)