Jadi Dosen Praktisi di Unigoro, Humas EMCL Berbagi Pengalaman tentang Cara Membangun Komunikasi

Unigoro.
Juru Bicara dan Humas EMCL berbagi pengalaman cara membangun komunikasi di perusahaan migas multinasional saat menjadi dosen praktisi di Unigoro.

SuaraBanyuurip.com – Program studi (Prodi) Administrasi Publik Universitas Bojonegoro (Unigoro) menggelar kuliah praktisi bertema Komunikasi pada Perusahaan Migas Multinasional di Gedung Mayor Sogo Unigoro, pada Kamis (18/1/24). Kuliah praktisi kali ini menghadirkan Rexy Mawardijaya selaku Government Relations Supervisor and Spokerperson ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) sebagai dosen praktisi.

Di hadapan para mahasiswa, Rexy menceritakan lika-liku profesinya sebagai humas di perusahaan migas multinasional. Awal berdirinya EMCL di Blok Cepu, dia bertugas untuk mengurus perijinan operasional perusahaan serta bersosialisasi dengan seluruh elemen masyarakat.

“Kami pernah didemo ribuan massa karena EMCL dianggap sebagai perusahaan dari Amerika. Meskipun kantor pusat kami ada di Amerika, kami memperkenalkan ExxonMobil sebagai perusahaan global yang berinvestasi di Indonesia. Inilah peran humas untuk mengatasi krisis komunikasi dengan pihak eksternal. Harus tenang dalam menghadapi massa,” tuturnya.

Rexy melanjutkan, komunikasi organisasi di EMCL terbagi menjadi komunikasi dengan pihak internal dan eksternal. Komunikasi organisasi internal di EMCL diatur oleh vice president di berbagai departemen. Sedangkan komunikasi eksternal di EMCL harus berdasarkan relation management plan yang telah disusun.

Baca Juga :   Cadangan Minyak Blok Cepu Meningkat Dua Kali Lipat

“Komunikasi EMCL dengan masyarakat tidak sebatas di kawasan Blok Cepu. Contohnya kami juga berkomunikasi dengan nelayan-nelayan di perairan laut Tuban untuk menjaga keselamatan agar tidak mendekati kapal FSO Gagak Rimang dengan radius minimal 500 meter,” terang pria yang pernah menjadi penyiar radio ini.

Rexy menjelaskan, EMCL memiliki divisi Government Relation and Issue Management (GRIM) untuk menjalin komunikasi dengan pemerintah sekaligus mengidentifikasi isu publik yang akan berdampak pada bisnis perusahaan. Beberapa tugas government relation di antaranya membuat relationship management plan, engangement table, influencing matrix, serta membentuk External Issues Management Committee (EIMC).

“Isu-isu yang berpotensi akan menghambat operasional perusahaan akan diselesaikan oleh EIMC. Mulai dari issue analysis, issue identification, hingga action plan. Selain itu, kami juga memiliki template tersendiri bagaimana cara membuat communication plan serta media response statement dengan pihak eksternal,” papar Rexy.

Kuliah praktisi yang dimoderatori Ahmad Taufiq, S.Hi., M.Si., berlangsung interaktif. Mahasiswa prodi administrasi publik tampak antusias dengan topik kali ini. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi tentang komunikasi organisasi di perusahaan EMCL.(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *