SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Prestasi membanggakan diperoleh Joni Saputra mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro, Jawa Timur dalam ajang kejuaraan Pencak Silat Banyuwangi Championship II 2022. Joni membawa pulang dua medali sekaligus, yakni medali emas dan perak kategori beregu IPSI serta kategori tanding kelas A dewasa.
Joni mengikuti olahraga pencak silat semenjak ia masuk kuliah yakni 2019 lalu. Hal itu, karena atas dorongan dari orang tua dan teman-temannya.
Awalnya, ia diajak temannya yang sudah memiliki banyak prestasi di kejuaraan pencak silat dan akhirnya tertarik. Selain karena faktor lingkungan, Joni mengikuti pencak silat juga karena hobi.
“Awal mengikuti pencak silat ketika waktu kuliah diajak oleh teman saya. Dan waktu itu, teman saya sudah banyak memiliki prestasi di dunia pencak silat,” katanya bercerita, Selasa (29/3/2022).
Awalnya, Joni belajar pencak silat di Desa Bakulan, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro dan berlatih tekun hingga sekarang. Dia mengikuti Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa dan kemudian mulai mengikuti kejuaraan juga di tahun 2019.
“Pertama kali saya mengikuti kejuaraan di Kejurcab Tuban, akan tetapi waktu itu saya kalah. Terus lanjut ikut kejuaraan lagi di Event Panda Championship yang diadakan UKM Pagar Nusa Universitas Darul Ulum Lamongan, dan alhamdulillah dapat juara 3 kelas C remaja putra,” kata mahasiswa semester 6 itu.
Namun, Joni sempat berhenti selama 2 tahun tidak mengikuti kejuaraan karena pandemi Covid-19. Setelah itu, ia kembali mengikuti seleksi Pra Porprov Bojonegoro dan mendapatkan juara 3 kategori seni beregu.
“Dan terakhir saya mengikuti kejuaraan Nasional yakni Opent Tournament Pencak Silat Banyuwangi Championship II, alhamdulillah mendapat dua kategori juara. Di antaranya juara 1 kategori seni beregu IPSI dewasa putra dan juara 2 kategori kategori tanding kelas A dewasa putra,” kata Lelaki asal Desa Bakulan, Kecamatan Temayang itu.
Dia mengatakan, keberhasilan menyabet dua kategori juara pencak silat ini karena dorongan dari orang tua, pelatih, dan teman-teman. Karena, untuk meraih juara tentu banyak pengorbanan seperti waktu dan terus berlatih.
“Tentunya bangga dan sangat senang. Saya bangga karena usaha selama berlatih ada hasilnya,” katanya.(jk)