SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Pengelola proyek Gas Jambaran-Tung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 JTB Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serahterimakan program peningkatan sarana dan prasarana masyarakat desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Serah terima kegiatan peningkatan sarana dan prasarana masyarakat desa yang sudah rampung tersebut secara simbolis diberikan kepada para penerima manfaat dan dilakukan secara hybrid atau secara daring (online) maupun juga luring (offline). Kegiatan ini digelar di Aula SMP-SMA Ahmad Yani, Baureno, Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (19/05/2022).
Turut hadir diserah terima antara lain Bappeda, Dinas PU Sumber Daya Air, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta Dinas Pendidikan.
Community Relations & CSR PEPC Zona 12, Edi Arto menyampaikan, bahwa pelaksanaan program pengembangan masyarakat ini merupakan wujud komitmen PEPC Zona 12 dalam upaya mendukung program pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Tujuan dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dari kami memang untuk turut serta memberikan peningkatan kualitas pada kesejahteraan masyarakat,” terang Edi dalam surat elektronik yang diterima SuaraBanyuurip.com, Jumat (20/05/2022).
Hadir secara online melalui platform M-Teams mewakili SKK Migas Jabanusa, Amni Nadya menyatakan, bahwa SKK Migas bersama PEPC menyambut baik upaya Pemkab Bojonegoro dalam bersinergi pada program pengembangan masyarakat bersama PEPC. Karena dapat mendukung kegiatan industri hulu migas, khususnya di Provinsi Jawa Timur.
“Saya berharap agar hasil dari program ini dapat dijaga dan dirawat dengan baik, sehingga kemanfaatannya dapat terus dinikmati secara berkelanjutan,” kata Amni Nadya.
Sementara Kabid Pemerintahan & Pembangunan Manusia Bappeda Bojonegoro, Ike Widyaningrum menyampaikan, apresiasi yang tinggi kepada PEPC Zona 12. Dan mengucapkan rasa terima kasih kepada SKK Migas dan PEPC atas sinergi yang baik antara Pemkab Bojonegoro bersama industri hulu migas dalam sinkronisasi program-program pengembangan masyarakat karena turut mendukung program prioritas pembangunan Pemkab Bojonegoro.
“Pelaksanaan program ini dilakukan secara bertahap, mulai dari pengusulan program, pemetaan lokasi program hingga berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan tahap pelaksanaan. Semua dilakukan secara transparan, sehingga terjamin akuntabilitasnya,†tambah Ike.
Senada diungkapkan Ketua Majelis Pembina Yayasan Ahmad Yani Luluk Alifa. Sebagai penerima manfaat juga mengucapkan terimakasih yang mendalam pada SKK Migas dan PEPC Zona 12, pemerintah desa, dan Pemkab Bojonegoro. Luluk mengaku, pembangunan di SMP-SMA Ahmad Yani tidak terlepas dari adanya prioritas RPJMD di Desa Blongsong.
“Niat baik dari PEPC ini merupakan amal jariyah, dan Insya Allah akan mendapatkan pahala dari Allah SWT atas setiap kegiatan PPM yang terlaksana ini,†ungkapnya.
Program peningkatan sarana prasarana masyarakat desa yang diserahterimakan kali ini diantaranya penyediaan akses air bersih di Desa Prangi dan Desa Ngasinan, Kecamatan Padangan, peningkatan irigasi dan pompanisasi di Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem dan Desa Blongsong, Kecamatan Baureno.
Tiga fasilitas irigasi ini mampu memenuhi kebutuhan irigasi pertanian untuk lahan seluas 45 hektar persawahan. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan pada fasilitas kamar mandi dan tempat berwudhu yang lebih layak sekarang dapat dinikmati oleh sekira 500 siswa/siswi di SMP-SMA Ahmad Yani Kecamatan Baureno.
Berkat program penguatan embung yang dilakukan PEPC, masyarakat Desa Kumpulrejo , Kecamatan Kapas dapat memenuhi kebutuhan pengairan untuk sawah-sawahnya pada musim kemarau. Selain itu, manfaat lainnya adalah pemenuhan kebutuhan air bersih yang lebih mudah karena penguatan embung yang dilengkapi dengan saluran air.
Kebutuhan air bersih di 164 rumah atau kepala keluarga (KK) di Desa Ngasinan dan 232 rumah atau KK di Desa Prangi, Kecamatan Padangan juga terpenuhi dengan dibangunnya tower air beserta 1.818 meter jaringan pipa air bersih yang membuat akses pada air bersih menjadi lebih mudah dan terjangkau.(sam)