Kembali ke Khitah Jurnalisme

IMG_20220618_234026

“Konten media adalah karya tulis, sisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kinerja pers,” kata Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut.

Kak Wens, begitu jurnalis senior itu akrab disapa, menegaskan hal tersebut dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur, di Kota Mojokerto, Sabtu (18/06/2022).

Tersebab itu pula, konten dari media online maupun cetak menjadi garda terdepan dari media massa. Konten yang baik tetap tak lepas dari prinsip jurnalisme, dan etika profesi pewarta.

“Agar bisa memiliki konten yang baik dan mempertahankan konsistensi, perlu dilakukan pelatihan-pelatihan terhadap jurnalis dan redaktur,” tegas Wens.

Mereka yang paling menentukan dalam konten media. Bermula dari konten itu pula, media bertransaksi dengan publik, dan mitra bisnis.

Chief Content Officer (CCO) Kapanlagi Youniverse itu menekankan, agar jajaran AMSI wilayah, tentunya termasuk Jawa Timur, menjadikan pelatihan tersebut sebagai program periodik. Bisa setiap bulan, atau paling tidak dalam kurun triwulan.

Sedangkan pada sisi usaha, ungkap pria yang terlahir di Flores tahun 1970 itu, patut pula diagendakan pelatihan model bisnis. Untuk sektor ini bisa dilakukan dengan durasi agak lama.

Baca Juga :   Implementasi Sinergi, Pertamina Hulu Energi Gelar Media Gathering Nasional

“Bisa tiga bulanan, atau enam bulan, bahkan bisa setahun,” papar mantan Jurnalis Majalah Tempo itu dihadapan sekitar 60 perwakilan anggota AMSI Jawa Timur tersebut.

“Dua hal itu merupakan program internal AMSI,” tambah Wens.

Sedangkan Ketua Komisi Kemitraan dan Infrastruktur Organisasi Dewan Pers, Atmaji Sapto Anggoro, lebih menekankan pada sisi legalitas dari media di hadapan Dewan Pers. Baik itu dari sisi terdaftar secara administratif hingga faktual secara yuridis formal.

“Kalau dari sisi profesionalisme wartawan adalah melalui uji kompetensi yang dilakukan Dewan Pers atau stakeholder yang mendapatkan mandat untuk melakukannya,” kata Sapto, demikian lelaki asal Yogjakarta itu akrab disapa.

Saat ini Dewan Pers tengah menggodok regulasi untuk lembaga penguji konten dari media. Institusi yang akan dibesut itu, bakal menjadi pelaras kualitas konten media dari pelbagai sudut.

Dari sisi bisnis, ungkap pendiri Tirto.id itu, nantinya juga terpengaruh dari legalitas dan profesionalisme media berikut personal pendukungnya. Yakni, jurnalis yang telah teruji kompetensinya, mulai dari klasifikasi Muda, Madya, dan jenjang Utama.

Baca Juga :   25,36 Juta Barel Minyak Indonesia Tertahan di Selat Hormuz

“AMSI harus menyiapkan anggotanya, agar bisa mengambil peran ketika lembaga penilai konten telah terbentuk,” sergah Wens.

Bagi AMSI, ujar Ketua AMSI Jawa Timur Arief Rahman dalam even sama, peningkatan kualitas anggota adalah hal tak bisa ditawar karena disana profesionalisme media dikedepankan. Oleh karena itu pelatihan, dan kegiatan peningkatan kapasitas anggota menjadi program utama.

“Pada sisi bisnis pun, kami berharap bisa saling berbagi kepada anggota,” kata Pemred Lensaindonesia.com itu.

Arief menyadari jika perspektif  bisnis tak bisa lepas dari nilai profesional dari media. Oleh sebab itu membangun nilai profesionalisme menjadi hal tak tertawar. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *