Gayam, Satu-satunya Desa di Bojonegoro yang Miliki Lapangan Sepakbola Standar Liga Tiga

Stadion Mini Desa Gayam

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Gayam merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang memiliki stadion mini. Lapangan sepakbolanya dilengkapi fasilitas dan sudah standart untuk penyelenggaraan Liga 3 Nasional.

Lokasi lapangan sepakbola Desa/Kecamatan Gayam, cukup representatif. Berada di pinggir jalan poros utama kecamatan (PUK) Sumengko, Kecamatan Kalitidu – Bandungrejo, Kecamatan Ngasem. Tepatnya berada di samping Balai Desa Gayam.

Lapangan sepakbola Gayam dibangun oleh operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), pada medio 2019, dengan anggaran mencapai Rp2,9 miliar.

Pembangunan lapangan sepakbola sebagai bentuk komitmen tukar guling tanah kas desa (TKD) Gayam yang digunakan untuk pengembangan penuh lapangan minyak Banyu Urip.

Stadion mini Desa Gayam dibangun di atas lahan seluas sekitar 1,3 hektar. Lapangan sepakbola memiliki panjang 96 meter dan lebar 65 meter. Rumput yang digunakan juga khusus untuk lapangan sepakbola.

Gayam, Satu-satunya Desa di Bojonegoro yang Miliki Lapangan Sepakbola Standar Liga Tiga
Pemain Lindi FC Sidoarjo usai bertanding melawan Gagak Rimang di semifinal sedang di kamar ganti yang menjadi faslitas di Stadion Mini Desa Gayam.(sbu)

Lapangan sepakbola Gayam dilengkapi sejumlah fasilitas seperti stadion yang biasa yang digunakan untuk menyelanggarakan kompetisi besar. Di antaranya tempat duduk (tribun) di sisi barat berkapasitas 500 penonton, tempat duduk pemain, pelatih dan official tim.

Selain itu juga terdapat dua ruang ganti pemaian yang dilengkapi dengan kamar mandi dan musala di dalam, ruang wasit, ruang pengawas pertandingan, dan papan skor.

“Kami senang dan nyaman bisa bermain di sini. Fasilitas untuk pemain lengkap sudah seperti stadion besar. Animo masyarakat di sini juga cukup tinggi terhadap olahraga sepakbola,” ujar Manager Tim Lindi FC, Sugik usai bertandinga melawan Gagak Rimang di babak semifinal turnamen terbuka Gayam Cup II di stadion mini Desa Gayam, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga :   Jaka Utama vs Perkeja Imbang 1-1 di Babak Pertama

Ia berpesan keberdaan stadion mini Desa Gayam ini kedepannya bisa menumbuhkan dan mengembangkan olahraga persepakbolaan, khususnya di wilayah ini.

“Sarananya sudah memadai, tinggal bagaimana menghidupkan pembinaannya,” ujarnya.

Gayam, Satu-satunya Desa di Bojonegoro yang Miliki Lapangan Sepakbola Standar Liga Tiga
Kamar ganti pemain yang ada di stadion mini Desa Gayam cukup luas yang dilengkapi kamar mandi dan musala.(dok.sbu)

Lapangan sepakbola Gayam telah digunakan untuk penyelenggaran event-event olahraga. Seperti pertandingan resmi maupun non resmi persahabatan antara EMCL dengan Muspika, juga turnamen Gayam Cup. Selain itu, rencananya juga penyelenggaran kompetisi internal Askab Bojonegoro untuk wilayah barat Bojonegoro.

Untuk turnamen Gayam Cup telah dilaksanakan dua kali ini. Pertama tahun 2019 lalu, sebagai juaranya adalah kesebelasan Gagak Rimang dari Desa Mojodelik. Setelah itu kegiatan vakum akibat pandemi Covid-19 yang mengharuskan semua kegiatan termasuk olahraga berhenti.

Kemudian, turnamen sepakbola Gayam Cup II baru bisa diselenggarakan tahun 2022. Turnamen terbuka ini menghadirkan mantan pemain-pemain nasional yang pernah berlaga di divisi utama atau Ligas 1 Nasional. Sebut saja Iswandi Dai, Feri Aman Saragih, Mohammad Ansori.

Gayam, Satu-satunya Desa di Bojonegoro yang Miliki Lapangan Sepakbola Standar Liga Tiga
Kapten kesebalasan Gayam FC Prawito foto bersama Feri Aman Saragih saat laga semifinal Tunamen Gayam Cup II.(ist/sbu)

Selain itu pemain-pemain liga tiga dan dua nasional. Di antaranya Adam Malik, dan Khafid Bagas Prasetyo dan beberapa pemain lainnya.

“Turnamen terbuka ini untuk memberikan hiburan masyarakat pecinta bola, dan sekaligus membangkitkan UMKM,” sambung M. Jalaludin, Ketua Karang Taruna Desa Gayam.

Baca Juga :   Final Gayam Cup V, Ratusan Penonton Penuhi Stadion Mini Gayam

Pembangunan lapangan sepakbola Desa Gayam secara resmi telah diserahkan EMCL kepada pemerintah desa pada Juli 2019. Sejak saat itu semua perawatan sarana olahraga ini dilakukan oleh karang taruna. Biaya perawatannya menggunakan anggaran dari pemerintah desa.

“Rencana kedepan untuk gawang tengah masuk ke dalam lapangan ini akan saya tutup, dan nanti dibuatkan pintu masuk. Untuk atas gawang tengah akan dicor disambungan tribun di sisi kanan dan kiri. Kemudian akan kita bangun pagar tembok melingkar,” sambung Kepala Desa Gayam, Winto.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Kades dua periode itu, ukaran lapangan sepakbola ini bisa diperpanjang atau diperlebar lagi. Karena tanah desa baik di sebelah selatan maupun utara dan sisi timur masih luas.

“Ukuran ini sebenarnya sudah ideal karena sudah standar minimal Fifa. Begitu juga dengan fasilitas yang ada sudah layak untuk penyelenggaraan Liga 3 Nasional,” tutur Winto.

Dia berharap dengan keberdaan lapangan sepakbola Gayam ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyalurkan hobi dan bakatnya, sehingga dapat memajukan olahraga di wilayah Gayam khususnya dan Bojonegoro pada umumnya. Selain itu juga bisa mengurangi kenakalan remaja akibat pesatnya kemajuan teknologi.

“Nah, dengan adanya fasilitas ini harapan saya bisa menumbuhkan kecintaan mereka terhadap dunia olahraga,” pungkas Winto.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *