SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Kesebelasan Gayam FC vs Kesebelasan Gagak Rimang dalam partai final Turnamen Gayam Cup II 2022 yang diselenggarakan di stadion mini Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Minggu (14/08/2022) skor imbang 0 : 0 atau kaca mata di babak pertama.
Kedua kesebelasan yang diperkuat oleh para pemain berpengalaman sejak pluit dibunyikan pengadil lapangan tanda babak pertama dimulai langsung melakukan aksinya saling serang.
Kedua kesebelasan saling menebar ancaman berbahaya untuk gawang keduanya. Kendati karena kedua kesebelasan sama-sama tampil gemilang hingga turun minum babak pertama skor tetap kaca mata.
Pemain berpengalaman yang memperkuat kedua kesebelasan dalam pertandingan final turnamen Gayam Cup II tersebut antara lain di skuad Gayam FC terdapat mantan pemain Arema FC Ferry Aman Saragih, dan Adam Malik pemain liga 3 nasional dari Putra Delta Sidoarjo. Serta lima pemain dari wilayah Gresik yang sudah memikili jam terbang tinggi dalam kompetisi.
Karir Ferry Aman Saragih selama ini telah banyak memperkuat klub-klub besar Indonesia. Pria kelahiran Kediri Juni 1987 itu diantaranya pernah bergabung di Persewangi, Mitra Kukar, Deltras Sidoarjo, Arema FC, Pusamania Bonero FC, Arema Cronus, Kalteng Putra, Madura, dan Martapura.
Sementara di kesebelasan Gagak Rimang juga memiliki pemain yang tidak kalah berpengalaman dalam kancah tertinggi persepakbolaan tanah air. Mereka adalah Iswandi Dai dan Mohammad Ansori.
Iswandi Dai diketahui telah malang melintang di panggung persepakbolaan tanah air. Pria kelahiran Surabaya 1981 itu pernah membela klub besar sepakbola Indonesia yang berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia. Di antaranya Persibo Bojonegoro, Persema Malang, PSIS Semarang, PSBK Blitar dan Bali United.
Sementara Mohammad Ansori merupakan mantan pemain Mitra Kutai Kertanegara (Mitra Kukar). Pemain sepakbola kelahiran Kediri 1994 ini juga pernah memperkuat sejumlah klub ternama di kasta tertinggi persepakbolaan Indonesia. Di antaranya Barito Putra, PSS Sleman, Persida Sidoarjo, dan Perseta Tulungagung.(sam)








