Ini Deretan Sumur Pertamina yang Menambah Cadangan Migas

Eksplorasi sumur Migas Kolibri di Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jatim berhasil ditemukan gas dan kondesat.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai Subholding Upstream Pertamina berhasil menambah sumberdaya migas. Sebanyak 14 sumur eksplorasi telah selesai dibor, dan 5 sumur sedang tahap penyelesaian pengeboran hingga Oktober 2022.

Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menjelaskan mengenai strategi utama yang dijalankan oleh PHE yaitu optimalisasi pengelolaan aset wilayah kerja (WK) eksisting, strategi new venture, dan strategi partnership.

“Dari ketiga strategi eksplorasi tersebut, dengan program eksplorasi yang masif dan agresif memanfaatkan konsep dan teknologi eksplorasi terbaru alhamdulillah telah membuahkan hasil yang memuaskan. Sampai dengan Oktober 2022, kami telah berhasil menyelesaikan pengeboran eksplorasi sebanyak 14 sumur dan 5 sumur on going“, terang Muharram dalam keterangan tertulisnya yang diterima suarabanyuurip.com, Jumat (28/10/2022).

Muharram mengungkapkan, deretan sumur eksplorasi yang berhasil menambah sumberdaya migas nasional sepanjang tahun 2022 yaitu sumur R-2 di Blok North Sumatera Offshore (NSO), Sungai Gelam Timur-1 (SGET-1) dan Sungai Rotan-1X di onshore Jambi, Wilela-001 di onshore Sumatera Selatan, Bajakah-001 di onshore Jawa Barat, GQX-1 di Blok Offshore North West Jawa (ONWJ), Manpatu-1X di offshore Mahakam, Markisa-001 di onshore Papua, dan Kolibri (KOL)-001 di onshore Jawa Timur.

Baca Juga :   Menarik Investasi, Bagi Hasil Migas di Indonesia Bisa Capai 50:50

Dalam melakukan kegiatan eksplorasi, PHE menerapkan beberapa teknologi terkini, antara lain 2D seismic broadband dengan panjang lintasan lebih dari 30.000 km yang merupakan survei seismic offshore terpanjang di Asia Pacific selama 10 tahun terakhir, 2D vibroseis acquisition di subvulkanik Jawa sepanjang lebih dari 1.000 km, pseudo 3D seismic reprocessing, dan survey eFTG-FTG atau full tensor gradiometry. Teknologi eFTG (enhanced) ini baru pertama kali digunakan di Indonesia dan dilakukan di wilayah Papua, tepatnya di Kepala Burung dan di Akimeugah.

“Kami akan terus menggali potensi eksplorasi dan meningkatkan capaian temuan sumberdaya baru agar dapat menjaga keberlangsungan hulu migas nasional. Kami sangat berterima kasih atas dukungan seluruh stakeholder dan pihak yang terlibat,” ujar Muharram.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto sebelumnya menyampaikan, realisasi lifting migas kuartal III tahun 2022 mencapai 610,1 ribu barel oil per day (BOPD). Sementara untuk produksi minyak hingga 30 September mencapai 613 ribu BOPD.

Dwi menjelaskan, penemuan cadangan pengganti minyak dan gas yang dieksplorasi hingga September 2022 mencapai 97,5 persen dari target yang 100 persen.

Baca Juga :   Rekrutmen Tiga Security Sumur Migas Kolibri Terpenuhi

Sementara produksi minyak hingga 30 September mencapai 613 ribu BOPD. Yakni dengan capaian lifting pada semester III ini mencapai 610,1 ribu BOPD. Untuk lifting gas atau salur gas mencapai 5.353 standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 92,3 persen.

“Dan di awal Oktober ada beberapa temuan cadangan migas yang nanti bisa memperoleh 100 persen,” katanya saat jumpa pers capaian dan kinerja hulu migas semester III tahun 2022 melalui virtual.(suko)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *