Kuatkan Kapasitas Peserta Magang EMCL 2022 Melalui Inovasi Ecodesmart

Peserta magang EMCL saat menimgkatkan kapasitas pengurus BUMDes Gayam tentang Ecodesmart untuk mengembangkan UMKM.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guri Republik Indonesia (LPPM IKIP PGRI) Bojonegoro, Jawa Timur, mendampingi kegiatan penguatan kapasitas peserta magang ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Rabu (14/12/2022).

Kegiatan terselenggara di Balai Desa Gayam, Kecamatan Gayam, dilaksanakan oleh para peserta magang EMCL yang selama 3 bulan telah mendapatkan pengalaman baik teori melalui seri pembekalan serta praktik kerja di lapangan.

Hadir dalam kegiatan Kepala Desa Gayam Winto, beserta jajaran pemerintah desa, unsur BUMDes Gayam Mandiri serta aparatur desa. Tema yang diusung adalah “Peningkatan Perekonomian Desa Melalui Pengembangan E-commerce desa dalam kemasan aplikasi Ecodesmart (Economy Desa Smart)”.

Dosen IKIP PGRI Bojonegoro, Ima Isnaini TR mengatakan, bahwa agenda ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah diprogramkan untuk para peserta selama periode magang. Tujuannya untuk penguatan kapasitas peserta magang dan dapat menambah nilai dan luaran kegiatan serta kebermanfaatan luaran bagi masyarakat.

Selain itu para peserta magang EMCL juga diharapkan dapat menangkap masukan serta permasalahan di desa untuk lebih memperluas pengalaman di lapangan.

Baca Juga :   Pengertian CSR, Jenis, Serta Manfaatnya Bagi Masyarakat dan Perusahaan

“Dan secara spesifik Ecosdemart merupakan inovasi yang dikembangkan berdasarkan pembekalan mengenai kewirausahaan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan magang” kata perempuan yang juga Manager Program Magang EMCL 2022 ini.

Pemateri dalam perhelatan ini adalah para peserta yang telah mengikuti magang di Lapangan Minyak Banyu Urip melalui Program Magang EMCL tahun 2022 bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Mereka menyampaikan ide, gagasan, serta inovasi yang dikembangkan berdasarkan pengetahuan yang telah diperoleh selama mengikuti program magang.

Salah satu mahasiswa peserta magang EMCL, Aulya Yunia menyampaikan bahwa kegiatan ini difokuskan kepada penyampaian cara dan teknis penggunaan Ecodesmart.

“Para peserta mengembangkan market place yang dikontribusikan untuk mendukung pemasaran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masyarakat Desa Gayam,” ujarnya.

Kepala Desa Gayam, Winto mengapresiasi ide dan inovasi peserta magang. Menurutnya, inovasi Ecodesmart ini dapat membantu mengembangkan UMKM masyarakat Desa Gayam dan sekitarnya.

“Ecodesmart ini sangat dibutuhkan dan harapannya dapat mendukung pasar desa, penjual dan usaha masyarakat agar dapat dipasarkan melalui ecodesmart ini” ungkap Kades dua periode ini.

Baca Juga :   Gelar Pekan Buku Tobo di Pasar Tradisional

Terpisah, Perwakilan EMCL, Husna Widia Hastuti memuturkan, bahwa program magang ini merupakan bagian dari kontribusi perusahaan di dunia pendidikan.

Penanggungjawab program ini menyatakan bahwa setelah sempat berhenti saat penerapan pembatasan sosial karena pandemi Covid-19, program magang baru dimulai kembali pada pertengahan 2022.

Meski masih terbatas, namun EMCL yang bermitra dengan LPPM IKIP PGRI Bojonegoro ingin memaksimalkan peran siswa magang di masyarakat sekitar.

“Kami berharap para siswa akan mendapatkan ilmu dan pengalaman yang lebih dari apa yang diperolehnya di sekolah,” imbuh Husna.(fin)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *