Butuh Rp3,2 Miliar, MAN 1 Bojonegoro Perbesar Daya Tampung Masjid

LADANG AMAL : Kepala Sekolah MAN 1 Bojonegoro, Saifuddin Yulianto di lokasi pemasangan tiang pancang masjid.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Madrasah Aliayah Negeri (MAN) 1 Bojonegoro, membutuhkan anggaran sebesar Rp3,2 miliar guna membangun masjid berdaya tampung lebih besar dibandingkan masjid yang sudah ada. Pasalnya, jumlah jamaah di lingkungan sekolah tak lagi muat dalam masjid yang lama.

Kepala Sekolah MAN 1 Bojonegoro, M. Saifuddin Yulianto, S.Ag., M.Pd.I menuturkan, kebutuhan pembangunan masjid yang lebih besar bersifat segera. Ini disebabkan jumlah jamaah dalam setiap waktu sholat mencapai kurang lebih seribu orang.

“Jumlah siswa siswi kami 1.160 orang plus 100 guru dan karyawan. Masjid lama tidak lagi mencukupi daya tampungnya. Belum lagi jika ada even yang banyak dihadiri para tamu,” kata pria ramah ini kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (24/01/2023).

Konsep masjid yang dibangun berupa bangunan berlantai dua. konsep ini dimaksudkan guna mendukung kegiatan para siswa yang bermukim di asrama putra dan putri. Masing-masing asrama itu memiliki kapasitas sebanyak 200 penghuni. Asrama tersebut selesai dibangun menggunakan bantuan negara.

Tampak luar konsep bangunan masjid MAN 1 Bojonegoro.
© 2023 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Baca Juga :   Bojonegoro Krisis Guru Pendidikan Agama Islam

Dengan konsep dua lantai ini, misalnya di lantai satu dapat untuk kegiatan ibadah penghuni asrama putra, dan lantai dua untuk penghuni asrama putri. Daya tampungnya juga lebih banyak, diperkirakan mencapai 1.300 jamaah sholat. Karena berukuran lebar 17×25,5 meter, atau seluas 1.810,5 meter persegi.

“Kebutuhan dana bangun masjid ini sebesar Rp3,2 miliar. Asalnya darimana? dari jariyahnya anak-anak, para bapak dan ibu guru yang ada kelebihan reseki, dari para alumni, dan dari para dermawan yang turut berpatisipasi,” ujarnya.

Tampak dalam konsep bangunan masjid MAN 1 Bojonegoro.
© 2023 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Karena dana pembangunannya bersifat sukarela, pria kelahiran Tuban 52 tahun lalu ini tidak bisa memprediksi kapan pembangunannya akan selesai. Meski begitu, dia berharap dapat rampung dalam masa dua tahun sejak pemasangan tiang pancang hari ini.

Harapan itu didasari oleh indikasi tingkat anstusiasme dari berbagai pihak untuk turut beramal jariyah. Dicontohkan misalnya dari alumni tahun 1988 yang mendonasikan Rp100 juta kepada masjid. Bahkan para siswa yang iuran sukarela saja disebutnya bisa terkumpul sekira Rp25 juta.

Baca Juga :   Mahasiswa Tiga Negara Belajar Batik dan Tari Thengul Bojonegoro

“Namun demikian, kami tidak membatasi menerima donasi hanya dari kepedulian para alumni atau lingkungan kami semata. Kami terbuka kepada siapa saja yang terketuk hatinya untuk turut serta beramal,” ucapnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *