Bupati Dikritik, Mochlasin : Tak Ada yang Salah Memang Pendidikan Masih Dianaktirikan

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Mochlasin Afan.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Jawa Timur, turut bersuara atas kritik terhadap Bupati Anna Mu’awannah dalam video yang diunggah akun Instragram (IG) @tongas_at. Ketua Komisi C, Mochlasin Afan salah satunya.

Akun IG milik Maulana Arjun Sifak itu pada sebagian narasinya mengkritik Bupati Anna terlalu fokus membangun jalan tapi menelantarkan pendidikan. Terhadap konten video yang bersifat kritikan itu, Mochlasin Afan mengatakan, bahwa tidak ada yang salah terkait hal itu.

Menurut politikus Partai Demokrat ini, sektor pendidikan memang masih menjadi sektor yang dianaktirikan di Bojonegoro. Itu bisa dilihat dari IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (migas) ini masih berada pada peringkat lima terbawah di Jatim. Padahal anggaran yang dimiliki Bojonegoro besar, dan mandat Undang-Undang 20% untuk sektor pendidikan.

“Beasiswa yang dikucurkan lebih banyak untuk pencitraan. Karena buktinya banyak yang gak bisa akses. Kalau melihat data, yang bisa tercover sangat minim sekali,” kata Mochlasin Afan kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (07/06/2023).

Baca Juga :   Maftukhan, Anggota DPRD Bojonegoro : Hidup Harus Memberi Manfaat

Dia menjelaskan, berkenaan realisasi anggaran beasiswa pendidikan sejak tahun 2020-2023, yang meliputi program 1 desa 2 sarjana, scientist, maupun tugas akhir, angkanya kecil sekali. Yaitu hanya sekira Rp8 miliar. Termasuk cakupan mahasiswa yang terbiayai. Hanya sekira 2200 orang. Itu dalam masa tiga tahun.

“Anggaran yang kita pasang itu jauh lebih besar. Tapi realisasinya jauh lebih kecil. Kenapa bisa terjadi seperti itu? karena memang tadi, di lapangan muncul tarik ulur kepentingan yang luar biasa,” jelasnya.

“Kalau melihat memang muncul banyak protes masyarakat terutama di medsos tadi, ya saya pikir tidak salah. Jadi kalau bahasa yang saya sampaikan adalah, kepala daerah sekarang ini berhasil membangun tapi gagal mensejahterakan rakyat Bojonegoro. Itu kesimpulannya dari data dan angka yang ada saat ini,” tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, para warganet tengah dihebohkan dengan unggahan video di akun Instagram (IG) pribadi bernama @tongas_at. Dalam video bernada kecaman itu dia menyebut Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Mu’awanah fokus membangun jalan tapi menelantarkan pendidikan.

Baca Juga :   PPDB Belum Maksimal, Pagu SMKN di Bojonegoro Tidak Terpenuhi

Penelusuran SuaraBanyuurip.com pada Rabu (07/06/2023), akun IG @tongas_at terlihat mengunggah video tersebut sekitar 3 hari yang lalu dan telah diputar sebanyak 5.650 kali, disukai 301, dan mendapat 159 komentar warganet. Dalam video ini, memperlihatkan seorang pemuda berada di depan baliho bergambar Bupati Anna Mu’awanah.

“Sukses Membangun Bojonegoro? Sekedar mengingatkan apa kabar dengan program studi luar kampus utama Polinema yang ada di Bojonegoro? Apakah tidak memberikan izin berdiri kampus negeri di kota kami bisa dikonversikan sebagai kesuksesan?” ujar pemuda itu.

“Mana janji ngayomi lan ngopeni kalau pada akhirnya membunuh mimpi para pemuda pemudi yang ingin mencicipi perguruan tinggi negero di kotanya sendiri. Terlalu fokus membangun jalan tapi menelantarkan pendidikan,” tandas dia.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *