Indonesia Segera Umumkan Transisi Pandemi ke Endemi, Menkes Sampaikan 4 Hal Penting

Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – Indonesia segera mengumumkan transisi dari pandemi COVID-19 menuju ke endemi pada akhir Juni 2023 ini. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan empat hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat dalam transisi dari pandemi ke endemi ini.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan transisi dari pandemi COVID-19 menuju ke endemi pada akhir Juni 2023 ini. Pemerintah sekarang ini terus mematangkan berbagai hal sebelum transisi tersebut diumumkan.

Jokowi menjelaskan pemerintah sedang mendetailkan sejumlah hal terkait transisi pandemi ke endemi, antara lain menyangkut kasus harian, kasus aktif, tingkat vaksinasi, dan sebagainya.

“Ini nanti yang akan didetailkan. Jumlah kasus misalnya kayak dua hari yang lalu hanya 117, kemudian kasus aktif 10.200-an, vaksinasi kita juga sudah di atas 452 juta dosis, dan lain-lainnya, sehingga kita kemarin rapat dan sudah kita putuskan untuk menuju ke endemi, tetapi kapan diumumkan ini baru dimatangkan seminggu-dua minggu ini,” kata mantan Walikota Solo itu dalam keterangannya.

Baca Juga :   Musim Hujan, Waspadai Demam Berdarah

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa virus penyebab COVID-19 tidak akan hilang sehingga masyarakat harus belajar hidup dengan virus tersebut.

“Sama juga kita belajar hidup dengan penyakit-penyakit menular lain seperti malaria, demam berdarah, tuberkulosis, kan masih ada. Yang penting buat masyarakat adalah masyarakat mesti bisa menangani, menjaga kesehatannya sendiri,” ujarnya.

Budi menjelaskan sedikitnya empat hal yang harus diperhatikan oleh masyarakat dalam transisi dari pandemi ke endemi ini. Pertama, masyarakat harus mengetahui mengenai penyakitnya serta cara menghindarinya. Kedua, masyarakat harus mengetahui mengenai surveilans atau cara mendeteksi penyakitnya. Ketiga, masyarakat diharapkan mengetahui obat atau antivirus dari penyakitnya.

“Keempat, masyarakat juga perlu mengetahui mengenai vaksin sebagai upaya memberikan perlindungan pertama bagi mereka yang telah masuk kategori boleh divaksinasi,” pungkasnya.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *