SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengaku bahwa pada masa kecilnya dulu tidur di surau kecil tanpa alas. Pernyataan ini mengemuka saat dia berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Fatimah di Bojonegoro, Jawa Timur.
Kunjungan Moeldoko ke Ponpes Al Fatimah dalam rangka memperkenalkan Masjid Moeldoko di Jombang melalui Festival Al Banjari. Sebab itulah even seni hadroh yang dilaksanakan di Ponpes modern asuhan K.H Tamam Syaifuddin itu memperebutkan Piala Masjid Moeldoko.
“Saya senang berada di dekat para santri. Karena masa kecil saya dulu tidak jauh beda seperti kalian,” kata Moeldoko di sela-sela kegiatan festival, Jumat (04/08/2023) malam.
Pria yang menjabat KSP pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo sejak 2018 ini mengaku bahwa masa kecilnya dihabiskan di surau. Ukuran surau tidak besar. Melainkan kecil sekira berukuran 6X6 meter.
“Moeldoko kecil dulu tidurnya dulu langgar. Langgar itu surau. Kecil, tidak ada alasnya. Pagi pukul 5 harus ngaji ke Kyai saya, Kyai Slamet,” ungkap dia.
Sehingga dengan latar belakangnya tersebut, dia berkeyakinan, pesantren adalah tempat penggemblengan untuk pembangunan karakter. Ini penting, karena pembangunan Indonesia tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik. Namun juga pembangunan sumber daya manusia.
“Karena itu, pemerintahan ke dua Bapak Jokowi menempatkan pembangunan manuisa ditaruh paling utama,” tegasnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Modern Al Fatimah, K.H Tamam Staifuddin menuturkan, lembaga itu telah berdiri selama 16 tahun. Di mana dalam perjalanannya telah membuka jenjang satuan pendidikan sejak TK sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA).
“Alhamdulillah tahun ini kami buka perguruan tinggi Institut Agama Islama (IAI) Al Fatimah,” tuturnya.(fin)
Al Fatimah semoga jaya tambah maju